Faisal Basri: Jual premium, SPBU asing bunuh produk sendiri

"Misalnya Shell, kalau jual Premium nanti enggak laku dong Super mereka atau V-Power."

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Faisal Basri: Jual premium, SPBU asing bunuh produk sendiri
SPBU Shell. jjfmradio.com

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri tak khawatir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) asing menjual premium. Itu seiring penghapusan subsidi bahan bakar oktan 88 tersebut oleh pemerintah.

Meski sudah dibolehkan pemerintah, menurut Faisal, SPBU asing bakal berhati-hati untuk terlibat dalam bisnis penyaluran premium. Sebab, penjualan bahan bakar itu berpotensi mematikan produk mereka sendiri.

"Misalnya Shell, kalau jual Premium nanti enggak laku dong Super mereka atau V-Power," ucap Faisal di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/1).

Dia memahami landasan pemerintah membolehkan SPBU asing menjual premium. Sebab, premium bukan barang subsidi lagi.

Di luar itu, Faisal mengisyaratkan harga bakal kembali melandai bulan depan. Sebab, harga rata-rata minyak dunia saat ini berada di bawah USD 50 per barel.

"Tadi pagi di Indonesia atau malam waktu New York, harga minyak WTI sudah USD 47,99 per barel, taruhlah kurs stabil Rp 12.500 per USD. Kalau harga sekarang ya turun. Itu saya hitung manual," kata Faisal.

Rekomendasi