Bank Mutiara yakin bukukan laba Rp 48 miliar tahun depan

Ke depannya, untuk mendorong pengembangan bisnis, Bank Mutiara akan mendapatkan suntikan modal dalam jangka panjang.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bank Mutiara yakin bukukan laba Rp 48 miliar tahun depan
Bank Mutiara. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Di bawah kepemilikan baru, Bank Mutiara optimistis mampu membukukan laba hingga Rp 48 miliar tahun depan. Bank Mutiara mengandalkan recovery aset yang berasal dari kredit macet lama yang saat ini tersisa sekitar Rp 2 triliun.

"Recovery aset dari agunan yang dijual porsinya sekitar 60 persen dari laba. Sisanya bunga. Kami juga selain dari recovery aset, kami juga tetap mengandalkan pendapatan bunga," ujar Plt Direktur Utama Bank Mutiara, Ahmad Fajar, di Jakarta, Selasa (30/12).

Meski begitu, bukan hal mudah melakukan penjualan aset atas kredit macet lama. Salah satunya surat berharga yang diakui sulit dijual. Saat ini recovery rate Bank Mutiara sebesar 45 persen dari total kredit macet yang mencapai sekitar Rp 3 triliun.

Fajar menegaskan, Bank Mutiara akan melakukan write off surat berharga tersebut jika sudah jatuh tempo. "Atau mungkin nanti J Trust bisa membentuk perusahaan asset management untuk membeli dan mengelola surat berharga peninggalan pemegang saham lama itu," jelas dia.

Eks Bank Century ini meyakini mampu menyelesaikan masalah kredit macet lama. Apalagi, saat ini Bank Mutiara sudah dikuasai pihak swasta. Saat masih diambil alih Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Mutiara kesulitan menjual aset dari kredit lama.

"Apalagi, jika aset tersebut terjual murah dan nantinya bakal dianggap merugikan negara," ungkapnya.

Ke depannya, untuk mendorong pengembangan bisnis, Bank Mutiara akan mendapatkan suntikan modal dalam jangka panjang.

Rekomendasi