Asian Agri perluas kelolaan lahan sawit 50.000 hektar

Asian Agri sementara ini menjadi perusahaan sawit dengan persentase lahan terbesar di Indonesia.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Asian Agri perluas kelolaan lahan sawit 50.000 hektar
Perkebunan kelapa sawit Felda. ©2013 Merdeka.com/Hery Winarno

PT Asian Agri bersiap memperluas lahan kebun sawit hingga 50.000 hektar. Adapun rencana itu lebih banyak melibatkan petani swadaya dan plasma, dibanding akuisisi perusahaan.

Direktur Usaha Asian Agri Kelvin Tio menyatakan, pihaknya menargetkan pengelolaan 220.000 hektar lahan hingga 2020. Sementara saat ini anak usaha Royal Golden Eagle milik taipan Sukanto Tanoto ini menguasai 100.000 hektar.

"Ada lagi 60.000 hektar adalah milik petani yang kita manage sejak 1987. Itu menyumbangkan 40 persen dari areal yang kita kelola. Kita usahakan untuk plasma dulu," ujarnya saat ditemui di Singapura, Kamis (4/12).

Asian Agri sementara ini menjadi perusahaan sawit dengan persentase lahan terbesar di Indonesia. Perseroan mampu memproduksi 1 juta metrik ton minyak sawit mentah (CPO).

Perluasan lahan diperlukan, sebab 8.000 hektar lahan yang sudah ada butuh ditanami kembali (replanting). Lahan sawit punya batas tanam 5 kali panen.

Sekalipun akan memberdayakan plasma dan petani mitra, Asian Agri mengaku tetap mengincar akuisisi lahan baru. Sementara ini perseroan memiliki lahan cadangan 15.000 hektar, seluruhnya di Sumatera Utara.

"Asalkan lahan itu tidak mengalami deforestasi dan bukan daerah konflik, kita pasti tertarik," kata Kelvin.

Asian Agri enggan mengungkap belanja modal untuk perluasan lahan itu. Adapun dua lahan baru akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Rekomendasi