Mantan wakil menteri ESDM Susilo Siswoutomo membocorkan biaya produksi BBM subsidi yang dihabiskan PT Pertamina. Biaya produksi BBM subsidi per liternya hampir mencapai Rp 10.000.
Dengan besarnya harga produksi BBM, kata dia, tidak heran jika harga keekonomian BBM cukup mahal. "Harga produksi hampir Rp 10.000 makanya harga jual keekonomian itu sekitar Rp 11.500 ditambah biaya atau ongkos distribusi, penyimpanan dan lain lain," ucap Susilo ketika berdiskusi dengan wartawan di Jakarta, Selasa (21/10).
Susilo meminta pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk menaikkan harga BBM subsidi mendekati harga keekonomian. Dari hitungan Susilo, jika BBM subsidi dinaikkan Rp 2.000 maka negara menghemat Rp 92 triliun. Jika menaikkan harga Rp 3.000 maka negara bisa hemat Rp 150 triliun.
"Kalau harga naik maka penyelundupan akan turun. Kalau beda harga cuma Rp 2.000 misalnya maka penyelundup mikir 2-3 kali," tegasnya.
Dia menanti keberanian Presiden Jokowi merealisasi harga kenaikan BBM bersubsidi. Salah satu alasannya, kebijakan ini sangat efektif menekan penyelundupan karena disparitas harga yang semakin sempit.
"Sekarang tingginya beda harga menyebabkan penyelundupan itu hilang," tutupnya.