Mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menyebut, penurunan harga minyak dunia tidak berdampak signifikan pada pengalokasian subsidi dalam negeri. Subsidi BBM tetap membengkak karena BBM yang dijual hari ini telah dibeli 3 bulan yang lalu.
"So What? Dengan harga minyak USD 85, harga solar masih Rp 11.500 per liter. Jadi penurunan harga minyak dunia tidak mempengaruhi penurunan beban subsidi secara signifikan," kata Susilo ketika ditemui di Jakarta, Selasa (21/10).Meskipun harga minyak dunia turun menjadi USD 85 per barel, pemerintah masih harus tetap memberi subsidi sebesar Rp 4.500 hingga Rp 5.500 per liter untuk premium dan solar."Dengan penurunan harga menjadi USD 85 tadi, subsidi untuk solar saja masih Rp 5.500. Kalau premium masih subsidi Rp 4.500. Jadi memang mengurangi subsidi tapi tidak signifikan dibanding total subsidi yang Rp 300 triliun lebih."
Susilo menyebut berapapun turunnya harga minyak dunia, tidak akan pernah mencapai ke harga BBM Indonesia yaitu Rp 6.500 per liter. "Memang akan mengurangi subsidi BBM, iya, tapi tidak signifikan dengan total subsidi BBM 300 triliun," katanya.