Pembayaran utang tinggi, rupiah semakin tertekan

Rupiah saat ini diperdagangkan di atas Rp 12.000 per USD.

Alwan Ridha Ramdani
Oleh Alwan Ridha Ramdani - Reporter
Pembayaran utang tinggi, rupiah semakin tertekan
hutang dollar. shutterstock

Kementerian Keuangan memastikan fluktuasi rupiah yang saat ini terjadi, akibat adanya sentimen global dan meningkatnya kebutuhan dalam negeri. Rupiah saat ini, diperdagangkan di atas Rp 12.000 per USD.

"Kita terus monitor terus. Biasa pada triwulan terakhir ini, ada pembayaran utang yang signifikan," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Andin Hadiyanto di Kemenkeu, Kamis (16/10).

Dia menegaskan, ada tekanan terhadap rupiah. Tetapi tekanan tersebut, bukan karena kondisi rupiah yang melemah tapi dolar yang menguat. "Hampir terhadap seluruh mata uang, dolar menguat. Situasinya terjadi di berbagai negara lain."

Andin belum mau mengungkapkan, dampak kondisi pelemahan rupiah terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak subsidi. "Nanti itu, saya sampaikan minggu depan," katanya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menegaskan, Bank Indonesia terus memonitor perkembangan nilai tukar rupiah. Nilai tukar mata uang, akan selalu mengikuti kondisi ekonomi dan mencari keseimbangan baru. "Itu tugas BI sehari-hari, kami berusaha mengendalikan nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya," katanya.

Rekomendasi