Indonesia butuh Rp 278 T kembangkan akses internet cepat

Pembangunan akses internet cepat ini akan cuma akan dibiayai 10 persen dari APBN, dan sisanya dana swasta.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Indonesia butuh Rp 278 T kembangkan akses internet cepat
ilustrasi internet cepat. © Cralyntech.com

Roadmap pengembangan akses internet berkecepatan tinggi atau pitalebar (broadband) nasional sudah disahkan dengan payung hukum Perpres 96 Tahun 2014. Program ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi Indonesia untuk meningkatkan daya saing bangsa dan kualitas hidup masyarakat.Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Alisjahbana, menyebut pendanaan pembangunan pitalebar diperkirakan mencapai Rp 278 triliun atau sekitar 0,46 persen dari PDB. Dana ini untuk pelaksanaan enam program unggulan dan lima sektor prioritas sepanjang 2014 hingga 2019."Adapun kontribusi APBN diperkirakan mencapai 10 persen dari total kebutuhan pendanaan. Selebihnya bisa swasta," ucap Armida saat acara Peluncuran Pitalebar Indonesia (Indonesia Broadband Plan) 2014-2019, di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (15/9).Pada 2019 mendatang, prasarana pitalebar dalam bentuk akses tetap, diharapkan sudah menjangkau wilayah perkotaan ke 71 persen rumah tangga (20 Mbps) dan 30 persen populasi serta akses bergerak ke seluruh populasi (1 Mbps). Adapun di wilayah pedesaan, prasaran pitalebar akses tetap diharapkan dapat menjangkau 49 persen rumah tangga (10 Mbps) dan 6 persen populasi serta akses bergerak ke 52 persen populasi (1 Mbps)."Untuk meningkatkan adopsi layanan pitalebar oleh masyarakat luas, harga layanan pitalebar ditargetkan paling tinggi sebesar 5 persen dari rata-rata pendapatan bulanan pada akhir tahun 2019," tegasnya.Penguatan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam negeri juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar terjaring (captive market) yang meliputi 4,5 juta orang pegawai negeri sipil, 50 juta siswa, 3 juta penduduk dan 60 juta rumah tangga pengguna internet.Pada dasarnya pola pembangunan yang inovatif, komprehensif dan terintegrasi sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan ekosistem pitalebar nasional. "Tanpa adanya terobosan, Indonesia akan mengalami potensial loss yang besar dan tertinggal dari negara lain," tutupnya.

Rekomendasi