Ambisi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) melebarkan sayap bisnisnya di luar negeri belum berhenti. Setelah masuk Timor Leste, Telkom mencari celah masuk pasar China.
Untuk masuk pasar China, Telkom menggandeng Companhia de Telecomunicacoes de Macau (CTM) dalam hal co-branding layanan kartu AS 2in1 di Macau. CTM adalah salah satu operator terbesar di Macau.
Direktur Wholesale & International Service Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom melihat Macau sebagai market extension, sehingga dalam melakukan ekspansi ini Telkom menggunakan platform yang sudah ada dan dikelola oleh Telin Hong Kong.
"Kami menargetkan 7.000 hingga 10.000 pelanggan Kartu As 2in1 Macau," ucap Ririek Adriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/10).
Ririek blak-blakan menyebut target pasar telkom adalah warga negara Indonesia yang bekerja di Macau. Jumlahnya mencapai 7.000 orang dengan pendapatan rata-rata atau Average Revenue Per User (ARPU) sekitar MOP 300 atau setara dengan Rp 450.000 per bulan.
Selain mengincar tenaga kerja Indonesia (TKI), operator telekomunikasi pelat merah ini membidik pengunjung Macau asal Indonesia.
Pengguna Kartu As 2in1 Macau mendapatkan beberapa kemudahan dan keuntungan. Jika menelepon dari Macau ke Indonesia, maka pengguna hanya dikenakan MOP 1,3 atau Rp 1.950 per menit. Jika telepon datang dari keluarga di Indonesia, maka pelanggan Macau hanya dikenakan biaya airtime MOP 1,2 atau Rp 1.800 per menit.
"Keluarga para TKI Macau yang berada di Indonesia akan lebih dapat merasakan manfaat Kartu As 2in1 Macau, bila menggunakan kartu Telkomsel karena cukup menghubungi nomor Indonesianya saja dengan tarif lokal," tegasnya.