Persoalan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang belum menunjukkan titik terang, diusulkan segera ditutup oleh pemerintah. "Ya mungkin harusnya ditutup. Kalau kondisi Garuda itu Beda. Merpati itu strukturnya saja sudah berat sekali," ujar Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, Selasa (23/9).
Dia mengatakan jika opsi ini diambil, para karyawan Merpati harus diberikan haknya. Pilihan ini menjadi opsi yang rasional karena perusahaan pelat merah tersebut jika dipertahankan akan membebankan keuangan negara. "Perusahaan yang sudah parah seperti itu akan sulit sekali."
Adapun pembayaran gaji para karyawan, dapat melalui penjualan aset Merpati yang masih ada. "Iya, tapi kan kalau ada Perusahaan yang dilikuidasi, secara hukum ada kewajiban apa yang harus dibayar pertama kepada karyawan," kata dia.
Pemerintah, kata dia, sebagai penguasa saham harusnya tidak perlu mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan masalah Merpati. Kurang tegasnya sikap Dahlan dalam persoalan merpati enggan dia dikomentari."Sebenarnya persoalan ini sudah mengalami persoalan yang sangat struktural. Ditambah lagi dengan persaingan yang makin ketat. Dikelola secara baik juga, tapi rupiah melemah, avtur naik, tiket dinaikin, jadi itu semua jadi beban industri penerbangan. Apalagi Merpati," katanya.