Permasalahan yang membelit PT Merpati Nusantara Airlines hingga kini belum menemukan titik terang. Pemberian dana Penyertaan Modal Negara (PMN), dinilai bukanlah jalan terbaik untuk menyelamatkan maskapai pelat merah itu. Rencana penjualan aset dan janji sebelum lengser yang dilontarkan Dahlan, disinyalir tidak bakal terealisasi.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan besarnya tanggungan kerugian dan utang, bisa membuat tiga maskapai baru. "Total tanggungan Merpati berarti Rp 15 triliun. Logikanya, kalau punya uang Rp 15 triliun, maka bisa buat 3 merpati yang baru," ujarnya usai Rapat Pimpinan di Kantor Djakarta Lloyd, Jakarta, Kamis (18/9).Dahlan meminta pandangan masyarakat terkait penyelamatan Merpati. Karena Kementerian BUMN menemui jalan buntu di dalam penyelamatan Merpati. "Sehingga kita minta pandangan masyarakat luas lah, bagaimana penyelesaiannya," jelas dia.Dahlan menyebut Kementerian BUMN dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) memiliki beberapa solusi menyelamatkan Merpati. Solusi yang ditawarkan adalah kuasi reorganisasi untuk menghapus akumulasi rugi. Namun ternyata bertentangan dengan peraturan Kementerian Keuangan. Selain itu, rencana menjual anak usaha Merpati, yaitu Merpati Maintenance Facility (MMF), tidak bisa dilakukan. "Ternyata dokumen kepemilikan MMF telah diagunkan atau dijaminkan oleh manajemen Merpati," katanya.
Buntu, Dahlan minta masyarakat bantu selamatkan Merpati
Besarnya tanggungan kerugian dan utang, bisa membuat tiga maskapai baru.
Advertisement
Rekomendasi