4 Faktor kunci pemerintah jaga inflasi rendah saat Ramadan

BPS mencatat inflasi selama Ramadan di Juli 2014 sebesar 0,93 persen.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
4 Faktor kunci pemerintah jaga inflasi rendah saat Ramadan
Pasar Tradisional. ©2013 Merdeka.com

Badan Pusat Statistik ( BPS ) mencatat inflasi selama Ramadan di Juli 2014 sebesar 0,93 persen. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan biasanya inflasi di Ramadan cukup tinggi dibanding tahun ini."Kalau kita lihat dalam sejarah yang panjang di Indonesia, menjelang Ramadan, biasanya tingkat inflasi sangat tinggi. Tahun ini bisa di bawah 1 persen, ini prestasi yang baik. Perlu dipertahankan," ujar Bayu di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/8).Inflasi rendah tersebut, tambah Bayu, didorong oleh empat faktor utama. Pertama, dari beberapa produk pertanian yang menjadi kebutuhan konsumsi mengalami penundaan panen. Sehingga, pada Ramadan bertepatan dengan musim panen. "Stok aman," jelas Bayu.Bayu melanjutkan, faktor kedua yakni pertumbuhan pada sektor ritel sehingga pasokan untuk rumah tangga tersedia cukup melimpah dan dapat memenuhi tingginya permintaan."Meski terjadi pelemahan pertumbuhan sektor retail sekitar 7,5-8 persen dibanding tahun lalu sampai 11-12 persen," ucapnya.Faktor ketiga yakni berubahnya strategi persiapan pengamanan pasokan bahan kebutuhan pokok jelang Ramadan tahun ini. Kemendag mengubah strategi, dari semula tiga bulan sebelum Idul Fitri menjadi tiga bulan sebelum Ramadan. "Jadi maju satu bulan. Ini cukup efektif karena mampu menjawab kebutuhan yang di bulan Ramadannya," tuturnya.Faktor keempat yakni kontribusi pasar modern atau toko swalayan dalam mengendalikan harga. "Keberadaan pasar modern atau yang bahasa perdagangannya itu pasar swalayan juga memberi dampak positif. Saat ini kontribusinya 30-35 persen dari kebutuhan masyarakat," tandasnya.

Rekomendasi