Komisi VI DPR akhirnya sepakat memberikan rekomendasi rapat kerja soal PT Merpati Nusantara Airlines kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Hal tersebut dilakukan usai Komisi VI melakukan skors selama 15 menit sebelumnya.
Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB diakhiri pada pukul 11.15 WIB mengingat sebelumnya anggota Komisi VI belum mencapai quorum. Rapat hanya dihadiri 8 anggota komisi dari mewakili 6 fraksi. Tetapi, tiga fraksi melakukan meninggalkan rapat (walk out) antara lain Irmadi Lubis dari Fraksi PDIP, Iskandar D. Syaichu dari PPP dan Muhajir dari Fraksi PAN.
Bahkan Irmadi masih mempertanyakan siapa yang menyepakati hasil panja perwakilan dari fraksinya. Dia pun mengancam mundur, jika keputusan panja akan menjadi bagian dari keputusan Komisi VI. "Saya siap dikeluarkan dari PDIP kalau seandainya ini tetap akan dilanjutkan tanpa ada penjelasan," ujarnya di Komisi VI, Jakarta, Senin (7/7).
Wakil Komisi VI, Erick Satria Wardhana mengaku rapat internal mengenai Panja Merpati, sudah dilakukan dan disepakati untuk disampaikan pada Menteri BUMN pada 2 Juli 2014. "Jadi ini kesimpulan fraksi. Kalau begitu kita terpaksa skors dulu rapat 15 menit, mohon maaf ya Pak Menteri," jelas dia.
Meski sudah ada tiga anggota yang melakukan walk out, atau keluar dari rapat, namun penyerahan dokumen rekomendasi tersebut tetap dilakukan. "Kita serahkan saja, ini kepada Pak Menteri, dan ini sudah disepakati pada rapat 2 Juli lalu," ungkapnya.
Dalam rekomendasinya, DPR bersikukuh Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk menyelamatkan Merpati Nusantara Airlines, mengganti direksi dengan yang baru serta melakukan koordinasi dengan Bappenas untuk mengkaji utang dan meminta Kemenhub memberi izin terbang Merpati.