Newmont berhenti produksi, tambang Bakrie ikut merugi

Anak usaha Bakrie and Brothers memiliki 18 persen saham di Newmont.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Newmont berhenti produksi, tambang Bakrie ikut merugi
Tambang Emas. tersingelisasi.blogspot.com

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) selaku pemilik saham minoritas di PT Newmont Nusa Tenggara ikut merugi, setelah tambang asal Amerika Serikat itu menghentikan produksi pada awal Juni 2014.

Investor Relation BMRS Herwin Hidayat menjelaskan, posisi pihaknya di Newmont sebetulnya tidak bisa aktif mempengaruhi manajemen. Secara efektif, anak usaha Bakrie and Brothers ini cuma memiliki 18 persen saham di Newmont.Bila digabungkan dalam skema joint venture dengan PT Aneka Tambang Tbk, posisi saham mereka di Newmont juga cuma 24 persen.

"Sehingga kami investor pasif, hanya bisa mengikuti Newmont sebagai operator," kata Herwin selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Senin (30/6).

Penghentian operasional tambang Newmont di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat, memukul pula BRMS. Dalam laporan keuangan 2013, pemasukan dari tambang Newmont faktor utama yang membantu kas perseroan memperoleh USD 19,6 juta.

"Kinerja keuangan kami negatif di 2013, selain karena harga mineral dunia turun, tren produksi NNT juga turun, dikarenakan juga suspend produksi," kata Herwin.

Herwin berharap negosiasi Newmont dengan pemerintah agar mendapat keringanan bea ekspor bisa segera mencapai kesepakatan. Dengan demikian, BRMS juga diuntungkan.

"Kita tahu negosiasi dengan pemerintah untuk mendapatkan keringanan bea ekspor sudah berjalan. Kita harap ada kesepakatan sehingga Newmont dapat segera mengekspor," ungkapnya.

BRMS adalah tambang milik Konglomerat Aburizal Bakrie yang bergerak di sektor non-batu bara. Produksi Newmont sampai sekarang berpengaruh besar bagi perseroan. Tahun lalu produksi tembaga dari Batu Hijau yang menjadi hak BMRS mencapai 161 juta ton, sedangkan untuk emas mencapai 48.000 ons.

Rekomendasi