Alice Walton mencatat kenaikan kekayaan hingga US$ 33 miliar atau Rp 590,4 triliun (asumsi kurs Rp 17.890 per dolar AS) dalam setahun dan tetap menempati posisi perempuan terkaya di dunia. Kenaikan itu terjadi meski ia tidak aktif menjalankan perusahaan.
Menurut VnExpress, Sabtu (3/10/2026), total kekayaannya meningkat dari US$ 101 miliar (Rp 1.807 triliun) pada Maret 2025 menjadi US$ 134 miliar (Rp 2.397 triliun) pada Maret 2026.
Penguatan saham Walmart lebih dari 10% dalam setahun memberi dorongan besar karena sebagian besar harta Alice Walton berasal dari kepemilikan saham di perusahaan ritel tersebut.
Walton merupakan anak bungsu mendiang Sam Walton, pendiri Walmart. Kepemilikan saham yang ia peroleh dari sang ayah menjadi sumber utama kekayaannya.
Meski memiliki kekayaan besar dari Walmart, ia sudah lama tidak terlibat dalam operasional dan tidak menjadi anggota dewan direksi, berbeda dengan dua saudaranya, Rob Walton dan Jim Walton.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia banyak mencurahkan perhatian pada proyek seni dan kegiatan filantropi, termasuk Alice L. Walton School of Medicine di Bentonville, Arkansas, yang bertujuan memperluas akses layanan kesehatan di wilayah sekitar.
Sekolah kedokteran itu didirikan pada 2021 dan menerima 48 mahasiswa pertama pada 2025 untuk mengikuti program pendidikan selama empat tahun.
Advertisement
Jejak Karier dan Filantropi Alice Walton
Untuk mendukung sekolah tersebut, Alice Walton telah menyumbangkan US$ 250 juta atau Rp 4,4 triliun. Biaya kuliah untuk lima angkatan pertama akan ditanggung, meski mahasiswa tetap membayar biaya hidup dan sejumlah biaya lainnya.
Sebelum fokus pada filantropi, ia sempat bekerja sebagai pembeli pakaian anak di Walmart setelah lulus dari Trinity University pada 1971.
Ia kemudian beralih ke sektor keuangan sebagai pialang saham di E.F. Hutton, sebelum menjadi wakil ketua sekaligus kepala investasi di Arvest Bank milik keluarganya.
Pada 1988, Walton mendirikan bank investasi bernama Llama Co yang kemudian berhenti beroperasi setelah pasar obligasi bergejolak pada 1998.
Kini, Walton memperlebar jarak dari Françoise Bettencourt Meyers, ahli waris L'Oréal, yang sebelumnya sempat bersaing dengannya dalam daftar perempuan terkaya dunia.
Berdasarkan peringkat real-time Forbes, kekayaannya tercatat US$ 25 miliar lebih tinggi atau melampaui Rp 447,3 triliun dibandingkan Bettencourt Meyers, menempatkan Walton di posisi ke-15 orang terkaya dunia.