Menjamin pemenuhan dan ketersediaan uang, Bank Indonesia (BI) meningkatkan frekuensi dan kuantitas pengiriman uang khususnya ke daerah terpencil. Hal ini untuk mengantisipasi tingginya permintaan uang tunai pada bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok A. Siahaan mengatakan telah menyusun action plan pengiriman uang melalui pengaturan dan penjadwalan pengiriman uang dari Kantor Pusat (KP) ke seluruh Kantor Perwakilan wilayah Dalam Negeri (KPwDN) mulai awal Mei sampai menjelang Idul Fitri."Dalam melaksanakan distribusi uang, selain menggunakan truk yang dimiliki BI baik di KP maupun KPw DN, juga melakukan kerjasama dengan penyedia jasa transportasi darat yakni kereta api, laut dengan kapal penumpang, serta udara dengan pesawat terbang. Bahkan kami juga kerjasama dengan TNI AL," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/6).Penjadwalan tersebut, lanjut dia, khususnya untuk kantor wilayah yang berdekatan dengan KP atau bila ada kantor wilayah yang mengalami lonjakan permintaan.BI mengimbau masyarakat waspadai peredaran uang palsu menjelang puasa dan lebaran. Pecahan uang yang sering dipalsukan pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. "Masyarakat hati-hati, jangan lengah, harus mengecek ciri-ciri, dilihat, diraba diterawang, kenali ciri-ciri rupiah supaya tidak jadi korban," ujarnya. BI memproyeksikan kebutuhan uang tunai (outflow) periode ramadhan dan idul fitri 1435 H (2014) sebesar Rp 118,5 triliun. Angka ini naik 14,9 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 103,2 triliun.