Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kebutuhan uang tunai (outflow) periode Ramadan dan Idul Fitri 1435 H (2014) sebesar Rp 118,5 triliun. Angka ini naik 14,9 persen dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 103,2 triliun.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok A. Siahaan mengatakan yang mempengaruhi kenaikan outflow tersebut antara lain pembayaran gaji ke 13 PNS/TNI/Polri yang realisasi penarikannya dilakukan pada bulan Juli 2014.Selain itu, bersamaan dengan liburan anak sekolah serta jumlah hari libur lebaran yang berjumlah 6 hari atau lebih lama dibandingkan tahun lalu berjumlah 5 hari. "Kami memproyeksikan outflow batas atas-batas bawah (Rp 115,6 triliun sampai Rp 121,5 triliun atau naik 12 persen - 17,8 persen)," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/6).
Posisi uang kartal yang diedarkan (UYD) pada periode lebaran mengalami peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 14,9 persen. Hal ini hanya merupakan siklus tahunan.
Uang yang keluar per kelompok pecahan terdiri dari uang pecahan besar Rp 20.000 ke atas diproyeksikan sebesar Rp 108,8 triliun atau naik 14 persen dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 95,5 triliun. Sementara uang pecahan kecil Rp 10.000 ke bawah diproyeksikan sebesar Rp 9,6 triliun atau naik 25,6 persen dari realisasi periode sama tahun lalu senilai Rp 7,7 triliun.
"Persediaan uang tunai Bank Indonesia mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan perbankan terhadap uang tunai periode ramadan dan Idul Fitri tahun ini," katanya.