Lebaran 2014, Maskapai AirAsia Indonesia memperkirakan ada lonjakan penumpang sebesar 100 persen. Peningkatan tersebut terjadi satu minggu setelah lebaran. Lonjakan penumpang tersebut dapat meningkatkan pendapatan perusahaan mencapai 40 persen.
"Sudah pasti, lebaran itu occupansinya bisa 100 persen, terutama satu minggu dan satu minggu sesudah lebaran, tentunya ini akan naik," ujar Direktur Niaga AirAsia Indonesia Andy Adrian Febryanto di Jakarta, Senin (2/6).
Dia mengaku untuk pemesanan tiket lebaran terjadi saat mendekati hari H lebaran untuk penerbangan domestik. Dari data, kenaikannya pesanan sudah mencapai 30 persen. "Kita sendiri masih sulit untuk memprediksinya, terutama pada pemilu dan libur lebaran, sehingga orang masih banyak yang ragu-ragu untuk memesan tiket penerbangan ini," jelasnya.
Untuk mempersiapkan musim lebaran tahun ini telah mengajukan extra seat atau penambahan tempat duduk penumpang untuk beberapa rute penerbangan. Penambahan tersebut untuk tujuan Jakarta-Bali, Jakarta-Surabaya, Jakarta-Yogyakarta dan Jakarta-Singapura.
"Ke Bali menambah 2 kali penerbangan, Singapura 2 kali, Surabaya 1 kali, Yogyakarta satu kali. Satu penerbangan sebanyak 180 seat sekali terbang. Itu meningkatnya seminggu sebelum dan satu minggu sesudah lebaran," katanya.
Dia berharap selain penerbangan, layanan Airport Transfer to City pada saat lebaran akan meningkat pula, Paling tidak, untuk melayani pelanggan AirAsia yang turun di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Blue Bird Group melalui anak usahanya Golden Bird menyediakan 150 armada per hari.
"Disediakan untuk ini 150 MPV bisa beroperasi dari airport. Ada 500 pemesanan yang sudah dilayani ada dari launching sampai sekarang ada 200, jadi kira-kira 10 per day," Presiden Director Blue Bird Group Holding, Noni Purnomo di Jakarta, Senin (2/6).
Noni enggan menyebutkan berapa target pendapatan yang ingin diraih hingga akhir tahun ini. "Jelas dari volume meningkat dan revenue pasti meningkat. Tapi untuk angka belum bisa saya buka,"katanya.
Noni mengaku selain bersama AirAsia pihaknya telah melakukan kerjasama dengan maskapai penerbangan lain. Terutama kerjasama tersebut membidik first class dan kelas bisnis. Untuk pelayanan bandara di Jakarta, setiap hari ada 1000 unit armada yang beroperasi.