PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berencana ekspansi keluar negeri dengan menggandeng perusahaan gula asal Filipina, Roxas Holdings lnc. Ekspansi ini sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 mendatang.Chief Executive Officer (CEO) INDF, Anthony Salim, mengatakan nantinya bentuk kerja sama ini bersifat komplementer."Jika hanya mengandalkan produk gula dari pasar dalam negeri sepertinya justru akan membuat kami sulit bersaing," ujarnya di Gedung Indofood, Jakarta, Jumat (16/5).Kedua belah pihak saat ini tengah menjajaki lokasi pembuatan pabrik gula. Apakah di Filipina atau Indonesia. "Jadi, ke depan pasti ada kerja sama tapi tidak spesifik mereka yang buka perusahaan patungan di sini atau kami yang ke sana," jelas dia.Indofood tahun ini menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure atau capex) sebesar Rp 9,6 triliun. "Dana capex akan dipergunakan untuk ekspansi anak-anak usaha perseroan di tahun ini," tambah Direktur INDF, Werianty Setiawan.Nantinya perusahaan mengalokasi capex sebesar 27 persen untuk mie instan dan ekspansi kapasitas dan pembangunan beberapa pabrik baru. 18 Persen untuk Bogasari di mana akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Agri Bisnis 13 persen yang diperuntukan untuk tanaman baru. Pos distribusi 2 persen, dan bisnis budidaya 20 persen untuk pembangunan industrial farming."Keseluruhan dana capex akan berasal dari dana kas internal perusahaan," jelas dia.Sebagai informasi, Grup Salim saat ini telah memiliki 34 persen saham Roxas. Akuisisi tersebut dilakukan melalui First Pacific Natural Resources Holdings BV dengan nilai Rp 658 miliar sejak November tahun lalu. Roxas merupakan perusahaan gula terintegrasi dan terbesar di Filipina dengan kapasitas penggilingan sebanyak 38.500 ton tebu per hari.Saat ini, Roxas memiliki tiga pabrik gula di Negros Occidental dan Batangas, Filipina. Perusahaan juga memiliki pabrik etanol di Negros Occidental dengan kapasitas 100.000 liter per hari.
Genjot ekspansi, Indofood gandeng perusahaan gula Filipina
Aksi ekspansi perseroan dalam rangka menyambut pasar bebas ASEAN 2015 mendatang.
Rekomendasi