Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) laku keras meski belum lolos sertifikasi. Pesawat buatan anak negeri tersebut baru akan terbang dan lolos sertifikasi pada 2016 mendatang. Namun, sekitar 200 unit pesawat sudah mulai dipesan oleh sejumlah maskapai maupun Pemda.Direktur Pengembangan Teknologi PT DI, Andi Alisjahbana, mengatakan untuk menggenjot produksi pesawat tersebut pihaknya terus menambah insinyur dari Indonesia."Semua insinyur kita muda muda, menggantikan pensiun. Kita tambah 150 orang insinyur dan sudah mulai (perekrutan)," ucap Andi di kantor pusat LAPAN, Jakarta, Selasa (25/2).Menurut Andi, saat ini sudah ada sekitar 700 insinyur yang bekerja di PT DI. Total jumlah karyawan PT DI secara keseluruhan mencapai 4.300 karyawan. "Sekarang 700 insinyur. Kalau untuk (pegawai) produksi mencapai lebih dari 2.000 orang. Karyawan seluruhnya 4.300," jelasnya.Untuk memenuhi permintaan pesawat, pihaknya tidak bisa mematok target penyelesaian dalam satu tahun. Tahun pertama produksi setelah terbang perdana yaitu 2017, Andi hanya menargetkan akan produksi 12 pesawat. Tahun berikutnya akan terus naik."Tahun pertama satu pesawat per sebulan itu 2017, tahun berikutnya bisa 24," tegasnya.N219 saat ini sudah dipesan banyak pihak hingga total pesanan pesawat mencapai hampir 200. Berikut rinciannya:1. Maskapai Lion Air 100 unit
2. Nusantara Buana Air 30 unit
3. Pemda Papua dan Papua Barat 15 unit
4. Pemda Aceh 6 unit
5. Pemda Sulawesi 6 unit
6. Pemda Riau 4 unit
7. Thailand (Nomad) pengawas pantai sebanyak 18 unit dan cadangan 2 unit
8. TNI AL (Nomad) 1 skuadron 9-15 pesawat.