Belum semua golongan masyarakat di tanah air, khususnya golongan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki tingkat literasi atau 'melek bank' dan pemanfaatan produk-produk jasa keuangan. Hal ini lantaran kondisi sosial ekonomi masyarakat masih relatif rendah.
Untuk itu guna meningkatkan produk dan layanan jasa keuangan ke masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mengoperasikan 20 unit mobil literasi keuangan (SIMOLEK).
Sekretaris Perusahaan Bank BRI, Muhammad Ali mengatakan infrastruktur di daerah yang masih belum merata menjadi tujuan kami untuk meningkatkan literasi jasa keuangan.
"Masyarakat Indonesia khususnya wilayah-wilayah yang belum memiliki infrastruktur yang baik," ujarnya saat acara 'Bank BRI dan OJK Kerjasama Operasional Mobil Simolek' di Gedung BRI Pusat, Jakarta, Senin (24/2).
Dia menambahkan, pengoperasioan SIMOLEK mulai tanggal 24 hingga 28 Februari 2014. "Nanti akan berkeliling di hampir seluruh wilayah Indonesia, di 14 kota, 15 kota wilayah dan akan dioperasikan oleh 54 kantor cabang BRI, 42 Teras BRI Keliling dan 33 E-Buzz BRI," jelas dia.
Dalam penempatan mobil SIMOLEK akan disesuaikan denga titik-titik operasional dari teras BRI keliling dan E-Buzz, dimana target utamanya di sentra perekonomian mikro, lokasi pendidikan serta publuc service. "SIMOLEK sekaligus memberikan edukasi keuangan bagi pedagang pasar, dll," ungkapnya.
Selain itu, Bank BRI bekerjasama dengan OJK untuk mengadakan seminar lokakarya di Palangkaraya dan Makassar bertemakan literasi keuangan dengan target audience para pengusaha UMKM setempat. "Akan dilakukan bulan Agustus dan September mendatang."