Analis Trust Securities Reza Priyambada memaparkan dalam riset hariannya bahwa, anomali terjadi pada pergerakan Rupiah. Pasalnya, penguatan justru justru terjadi usai dirilisnya pidato Gubernur Bank Sentral AS, The Fed.Menurut Reza, jika pada pidato-pidato Gubernur The Fed sebelumnya, laju Rupiah cenderung terkoreksi, terutama setelah diumumkannya penarikan stimulus The Fed, namun hal tersebut tidak terjadi kali ini."Pasca dirilisnya pidato Janet Yellen (JY) sebagai Gubernur The Fed yang baru dan merupakan pidato perdana justru memberikan imbas positif bagi laju Rupiah," kata Reza, Kamis (13/2).Reza melihat, pelaku pasar mencoba mengasumsikan positif, dengan komitmen JY untuk memajukan ekonomi AS maka akan berpengaruh pada laju ekspor Indonesia yang nantinya berimbas positif pada neraca perdagangan."Laju Rupiah di atas resisten Rp12.168- Rp12.155-12.104 (kurs tengah BI)," tutup Reza.
Imbas pidato gubernur The Fed bawa Rupiah bergerak menguat
Laju Rupiah akan berada di atas resisten Rp12.168- Rp12.155-12.104.
Advertisement
Rekomendasi