Kenaikan BI Rate diprediksi perlemah laju Rupiah

Pelaku pasar valas juga terus mengkhawatirkan masih merebaknya spekulasi tappering off stimulus The Fed.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Kenaikan BI Rate diprediksi perlemah laju Rupiah
dollar. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Meskipun laju Euro bergerak menguat dibandingkan USD seiring rilis beberapa data dari Jerman dan Italia yang cukup positif namun, belum dapat mengalahkan dominasi USD terhadap mata uang emerging market.Diperkirakan Rupiah di bawah target support Rp 11.518-Rp 11.625-Rp 11.525 (kurs tengah BI)."Pelaku pasar valas terus mengkhawatirkan masih merebaknya spekulasi tappering off stimulus The Fed sehingga berimbas negatif pada mata uang emerging market termasuk Rupiah," ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Rabu (13/11).Selain itu, adanya kenaikan BI rate 25 bps bukannya membuat Rupiah dapat bertahan di tengah spekulasi tersebut, justru malah memperparah lajunya.Sebelumnya, mata uang Rupiah kemarin terus melemah menjadi Rp 11.601 per USD. Ini menyusul sentimen positif baru di pasar keuangan yang makin minim.Nilai tukar Rupiah ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa sore (12/11) melemah sebesar 46 poin menjadi Rp 11.601 dibanding posisi Senin (11/11), Rp 11.555 per USD.

Rekomendasi