Meski kekhawatiran akan shutdown ekonomi Amerika Serikat (AS) mulai berkurang namun, ternyata membawa implikasi pada pertumbuhan ekonomi AS yang tertunda selama periode terjadinya shutdown. Sehingga beredar spekulasi tappering off The Fed untuk bulan ini akan kembali ditunda.Kondisi ini memberikan sentimen positif pada laju mata uang Asia, termasuk Rupiah. Rupiah diperkirakan kembali berhasil melampaui target resisten Rp 11.318-Rp 11.327-Rp 11.285 (kurs tengah BI)."Apalagi sentimen dari Asia cukup positif di mana terjadi peningkatan nilai investasi surat-surat berharga di Jepang dan kenaikan GDP China dari periode sebelumnya," ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada, dalam riset hariannya, Jakarta, Senin (21/10).Sebelumnya nilai tukar rupiah di pasar uang spot antar bank Jakarta Jumat sore (18/10) menguat lagi setelah bank sentral Amerika Serikat (the Fed) memberi sinyal akan menunda pengurangan stimulus keuangan.Rupiah Jumat sore kemarin ditransaksikan pada Rp 11.108 per USD, menguat 42 poin dibanding posisi sebelumnya Rp 11.150 per USD.
Kabar penundaan penghentian stimulus AS bawa Rupiah menguat
Rupiah diperkirakan kembali berhasil melampaui target resisten.
Advertisement
Rekomendasi