Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima lawatan Perdana Menteri India, Manmohan Singh, di Istana Negara, Jumat (11/10). Dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut, dibahas beberapa potensi kerja sama bilateral.
Salah satu isu yang menonjol adalah persoalan pangan. Presiden menilai, India dan Indonesia memiliki kondisi demografis yang mirip, sehingga penyediaan pangan melalui kerja sama bilateral bakal menguntungkan.
"India dan Indonesia memiliki penduduk yang besar, ketahanan pangan merupakan kebutuhan yang mutlak, sehingga kebutuhan pangan menjadi penting," kata SBY dalam jumpa pers selepas pertemuan.
Isu pangan ini kebetulan berdekatan dengan pembahasan Paket Kebijakan Putaran Doha dalam pembahasan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang sempat ditentang India.
Negeri Sungai Gangga itu merasa berhak menyimpan stok pangan sambil tetap mengekspor produk pertanian mereka. Di sisi lain, Amerika Serikat menjadi pihak yang kerap menentang sikap India, karena khawatir akan terjadi praktik permainan pasokan di pasar internasional.
Presiden SBY mengindikasikan mendukung langkah India buat menjaga stok pangannya, karena penduduk mereka mencapai 1,2 miliar. Dia mengingatkan, hak India untuk menyimpan produk pertaniannya, akan terus dibarengi dengan niat baik menjaga harga pasaran di dunia.
"Sehingga menjaga stabilitas harga agar bisa terpelihara, mencegah distorsi pasar, termasuk kerjasama agar WTO semakin adil, termasuk dalam ketahanan pangan," ujarnya.
Manmohan mengapresiasi usulan SBY. Dia berjanji akan mempelajari kemungkinan kerja sama menjaga ketahanan pangan masing-masing.
"Saya mencatat usulan berharga Presiden SBY terkait bidang ketahanan pangan. Saya telah menugaskan beberapa pejabat untuk rekomendasi konkret dalam hal ini," kata ketua Koalisi Partai Kongres India ini.
Sistem ketahanan pangan di India dilakukan dengan penimbunan yang disokong badan penyangga milik negara, mirip Bulog di Tanah Air. Hingga awal September lalu, negara mayoritas Hindu itu berhasil menyimpan stok 21 juta ton beras dan 38 juta gandum, untuk kebutuhan masyarakatnya.