PT Pos hanya dapat upah penyaluran BLSM Rp 200 miliar

Ini dinilai tidak menguntungkan bagi perseroan

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PT Pos hanya dapat upah penyaluran BLSM Rp 200 miliar
pembagian BLSM. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Direktur Utama PT Pos Indonesia Budi Setiawan mengaku mendapat upah penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) hanya sekitar Rp 200 miliar. Ini dinilainya tidak menguntungkan bagi perseroan.

"Biaya sewa pesawat untuk menyalurkan BLSM di Papua saja sudah Rp 15 miliar, belum di Kalimantan, belum rekrut karyawan, ini tipis sekali untungnya, karena kan tugas negara," ucap Budi saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (29/7).

Upah penyaluran tersebut tidak dibayarkan sekaligus tetapi bertahap. Dimana, Juli akan di bayar 30 persen, September 40 persen dan sisanya 30 persen dibayar akhir tahun.

Penyaluran BLSM sendiri dilakukan dalam dua tahap. Penyaluran pertama paling lambat Juli, sisanya dirampungkan hingga akhir tahun. "Penyaluran tahap I bagus sudah 95 persen," katanya.

Rekomendasi