Tarif telekomunikasi di Indonesia paling murah

tarif telekomunikasi di Indonesia lebih murah sepertiga dari China dan Filipina.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Tarif telekomunikasi di Indonesia paling murah
Ilustrasi telekomunikasi. ©2012 Merdeka.com

Komisaris Utama Bakrie Telecom (BTEL), Anindya Bakrie mengakui, dari tahun ke tahun, industri telekomunikasi selalu dihadapkan pada masa sulit. Telekomunikasi Indonesia mengalami kejenuhan karena masalah tarif. Tarif di Indonesia disebut termurah di dunia.

"Ada kejenuhan tarif telekomunikasi di Indonesia. Kita hanya sepertiga China dan Filipina dan termurah. Ini yang membuat kita harus berbenah," ucap Anindya dalam konfrensi pers di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (11/6).

Menurut Anin dari seluruh produk CDMA yang ada di Indonesia, hanya Esia dan Flexy yang mampu bertahan dalam kondisi seperti ini. Untuk Esia sendiri masih bisa mempertahankan cash flow Rp 1 triliun pada tahun lalu.

"Ini juga tantangan sekaligus peluang untuk kita. Teknologi yang dapat diandalkan. Kalau kita lihat telekomunikasi ini industri padat modal," katanya.

Menurut Anindya Bakrie Telecom merupakan satu-satunya perusahaan yang masih mampu membukukan ebitda positif dan cash flow yang cukup tinggi.

"2012 itu memang menantang industri telekomunikasi. Memang kita sedang menghadapi masa jenuh dan kompetitif. Bakrie telecom CDMA masih kemampuan menjadi telekomunikasi satu satunya ebitda yang positif atau cash flow hampir 1 triliun. Tahun 2012 pembenahan tubuh bakrie telecom terus kita lakukan," tutupnya.

Rekomendasi