Dyandra ogah jadi penyelenggara PRJ

Pameran yang kini dijalankan JIExpo Murdaya Poo itu dinilai terlalu politis, sehingga berisiko tinggi.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Dyandra ogah jadi penyelenggara PRJ
Suasana Jakarta Fair di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. ©2013 Merdeka.com/Ahmad Ragridio

Perusahaan yang bergerak di industri pameran atau Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) mengaku tidak mempunyai minat untuk ikut turut dalam penyelenggaran Pekan Raya Jakarta (PRJ). Alasannya, acara yang kini diberi nama Jakarta Fair tersebut terlalu banyak muatan politisnya, bukan bisnis murni.

"Tidaklah, kita tidak mau ikut proyek seperti itu lantaran banyaknya unsur politik di ajang tersebut," ujar Direktur Operasional DYAN, Danny Budiharto usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) DYAN di UOB Plaza Thamrin, Jakarta, Jumat (7/6).

Menurut Danny, karena ada unsur politik, Dyandra merasa terlibat dalam acara tersebut terlalu berisiko. Pihaknya hanya ingin memfokuskan untuk pameran dan acara (Even Organizer), konvensi dan pameran dan show biz atau konser yang murni bisnis.

"Kita juga jarang-jarang ikut acara pemerintah seperti itu, ada sekali dua kali saja. Banyak unsur-unsur yang tidak sesuai dengan konsep kita termasuk politisinya," ungkapnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mencabut kerja sama penyelenggaraan PRJ dengan JIExpo, dengan alasan ruang sewa yang ditawarkan pihak tersebut diperuntukan bagi pemilik usaha besar dan mengancam pedagang kecil yang tidak mampu membayar sewa ruangan. Saat ini penyelenggara Jakarta Fair adalah PT JIExpo Internasional yang dipunyai taipan Murdaya Poo.

Di sisi lain, Dyandra menargetkan bisa menyelenggarakan sebanyak 750 acara, mulai dari seminar sampai konser, tahun ini. Angka ini cukup terbilang tinggi lantaran tahun lalu menyelenggarakan 700 event.

"Apalagi dengan adanya join venture dengan dua perusahaan EO Asing diharapkan bisa menyumbang 25 event yang selanjutnya bisa terus berkembang," jelasnya.

Sehingga perseroan optimis adanya peningkatan pendapatan hingga 70 persen lebih. "Kalau laba bersih, bisa tumbuh 40 persenan," kata Danny.

Perusahaan event organizer yang masih berada dalam jaringan Grup Kompas Gramedia ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada 2012 sebesar 35 persen, yakni mencapai Rp64,9 miliar, di mana tahun sebelumnya hanya Rp14,4 miliar. Pendapatan kotor perseroan tahun lalu sebesar Rp 624 miliar atau naik 70 persen dari 2011 sebesar Rp 368 miliar.

Rekomendasi