PT Ratu Prabu Energi yang lebih dikenal dalam bisnis jasa migas berencana akan melebarkan sayap bisnisnya di bidang tambang emas. Namun, produksi baru akan beroperasi dua tahun mendatang.
"Kita pakai teknik under ground, jadi lebih rumit," ujar Direktur Utama PT Ratu Prabu Energi, Burhanudin Bur Maras, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (24/4).
Menurutnya, realisasi bisnis tambang emas memang sedikit sulit karena terkendala perizinan. Saat ini pihaknya tengah mengurus izin pinjam pakai di Kementerian Kehutanan.
Sementara lokasi tambang akan berada di kawasan Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara. "Luasnya sekitar 20.000 hektar, (cadangannya) cukup signifikan," katanya.
Perseroan, lanjutnya, telah mulai melakukan investasi pada sektor baru ini. Namun dirinya enggan mengungkapkan berapa nilai investasi yang telah digelontorkan dan total yang dibutuhkan.