Direktur Utama PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) Eko Santoso Budianto mengakui pihaknya masih mempelajari penerbitan obligasi dolar pada 2013."Memang ada kesempatan untuk keluarkan obligasi. Obligasi itu bisa di-call pada Juli 2013, sementara obligasi itu jatuh tempo pada 2015. Kami belum putuskan untuk exercise dan didiamkan,"ujarnya seusai RUPSLB BRAU di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (7/3).Berdasarkan paparan publik perseroan akhir Desember 2012, manajemen PT Berau Coal Energy merencanakan untuk menerbitkan obligasi pada kuartal pertama 2013. Penerbitan obligasi itu untuk mengurangi beban utang perseroan. Hal ini karena kupon bunga obligasi yang diterbitkan 2010 lalu mempunyai kupon tinggi sekitar 10,25 persen.Selain itu, manajemen PT Berau Coal Energy Tbk berupaya untuk diversifikasi pasar ke Filipina, Malaysia dan Vietnam. Diversifikasi pasar itu dilakukan untuk mengantisipasi harga batu bara turun. PT Berau Coal yang merupakan anak usaha BRAU menargetkan produksi sekitar 23,5 juta ton pada 2013 dari produksi 2012 sekitar 21 juta ton.
Berau masih kaji penerbitan surat utang dalam dolar
Manajemen PT Berau Coal Energy Tbk berupaya untuk diversifikasi pasar ke Filipina, Malaysia dan Vietnam.
Rekomendasi