Swasembada bawang putih pun Indonesia sulit

Gita mendesak Kementerian Pertanian mengupayakan penambahan lahan untuk budidaya bawang putih.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Swasembada bawang putih pun Indonesia sulit
harga bawang putih naik. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Anna (55) seorang ibu rumah tangga dan pedagang nasi mengeluhkan harga bawang putih yang terus melejit. Kebutuhan bawang putih untuk masakannya, setiap bulan mencapai 5 kilogram. Dengan harga yang saat ini mencapai 28 ribu per kilogram membuat pihaknya harus berhemat. Bahkan, saat ini bila membeli Rp 5000 rupiah hanya dapat tidak sampai 30 siung didapat. Kementerian Pertanian mencatat hampir 95 persen kebutuhan bawang putih nasional dipenuhi oleh impor. Hal ini karena komoditas ini hanya bisa tumbuh diwilayah dengan dengan ketinggian 1300 di atas permukaan laut. Paling tidak kebutuhan Indonesia akan bawang putih mencapai 360.000 ton per tahun.Kementerian Perdagangan mengaku dalam dua pekan terakhir harga bawang putih di pasaran naik enam kali lipat dari harga normal. Saat harga normal, harga bawang putih hanya dipatok Rp 5.000 per kilogram, tetapi saat ini harga mencapai 60.000 per kilogram.Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui kenaikan harga tersebut karena tingginya permintaan masyarakat. Padahal, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemerintah sudah melakukan impor. Pemerintah pun tidak bisa mengejar swasembada bawa putih. itu lebih karena ketergantungan kita terhadap impor. Dia mengakui produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat. Sehingga kondisi ini perlu penanganan struktural. Tingginya harga bawang bukan hanya karena cuaca buruk. Bahkan, lanjut Gita, saat ini sangat mustahil meminta masyarakat menghentikan konsumsi bawang putih. "Karena masih impor kebanyakan, solusinya kita naikan produksi nasional, atau jangan makan bawang putih," ujar Gita di kantornya, Rabu (27/2).Dia berharap instansi terkait seperti Kementerian Pertanian dapat mengupayakan penambahan lahan. Dia menilai penggunaan teknologi untuk menggenjot produksi hanya solusi sementara. "Saya rasa paling penting itu lahan terlebih dahulu," ungkapnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang 2012, Indonesia mengimpor 415 ribu ton bawang putih dengan nilai sekitar Rp 2,3 triliun. Mayoritas bawang putih impor berasal dari China yaitu sebanyak 410 ribu ton dengan nilai Rp 2,27 triliun.

Disusul dari India sebanyak 3.424 ton dengan nilai USD 1,7 juta, dari Malaysia sebanyak 1.124 ton setara USD 1,1 juta, Pakistan sebanyak 203 ton dengan nilai USD 81,2 ribu, dan Thailand sebesar 58 ton dengan nilai USD 37 ribu. Sedangkan pada 2011 impor bawang putih mencapai 411.300 ton.

Rekomendasi