Sponsori klub sepak bola Eropa tak berarti jadi kelas dunia

Strategi marketing dengan jadi sponsor harus diperkuat dengan brand activation.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Sponsori klub sepak bola Eropa tak berarti jadi kelas dunia
manchester. REUTERS/Chaiwat Subprasom

Perusahaan nasional baik swasta maupun pelat merah, tengah mencoba peruntungan dengan mengambil kesempatan menjadi sponsor klub sepak bola ternama di Eropa. Namun, tidak berarti perusahaan nasional sudah bisa disejajarkan dengan perusahaan-perusahaan internasional.

"Tidak begitu cara berpikirnya karena menjadi sponsor klub sepak bola Eropa tidak ada impact internasionalnya," ungkap pakar marketing Hermawan Kartajaya kepada merdeka.com, Rabu (9/1).

Menurutnya, dampak paling besar justru terjadi di dalam negeri. Dengan penggemar sepak bola Eropa yang sangat besar di Indonesia, produk perusahaan akan semakin dikenal di dalam negeri. Sebab, akan terpampang di saat menonton pertandingan sepak bola klub tersebut.

Khusus untuk Garuda Indonesia yang juga menjadi sponsor klub sepak bola Liverpool, pengaruh internasionalnya kemungkinan akan terasa. "Penguatan branding di Indonesia saja. Kecuali Garuda yang memang terbang ke Eropa," katanya.

Terlepas dari itu, menjadi sponsor klub sepak bola ternama di dunia dinilai sebagai salah satu strategi marketing yang efektif. "Asal disertai berbagai brand activation program yang pas," tegasnya.

Pemilihan klub sepak bola yang bakal disponsori juga cukup menentukan efektivitas strategi marketing. Persoalan krisis ekonomi di Eropa bukan salah satu pertimbangan untuk menjadi sponsor klub-klub sepak bola Eropa. "Bagaimana pun juga, Eropa terutama sepak bolanya masih keren di dunia," imbuhnya.

Rekomendasi