Laju pertumbuhan kredit Bank Mandiri pada semester I mencapai 26,6 persen. Pertumbuhan ini melebihi target yang ditetapkan semula sebesar 22-24 persen.
Tingginya laju pertumbuhan kredit tidak membuat Bank Mandiri khawatir akan terjadinya bubble di sektor kredit perbankan.
"Moga-moga nggak, karena pertumbuhan ekonomi tumbuh 6,4 persen. 26 persen itu wajar-wajar saja. Apalagi kita tumbuh di semua sektor," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini di Plaza Mandiri, Kamis (23/8) malam.
Zulkifli mengungkapkan, sebesar 77 persen kredit disalurkan ke sektor mikro. Nilainya mencapai Rp 15,1 trliun hingga Juni 2012. Gambaran ini memberi keyakinan bahwa pertumbuhan kredit akan tetap terkendali. "Paling besar itu kredit mikro. Moga-moga sih tidak apa-apa," ujarnya.
Selain itu, pemberlakuan aturan batas minimun DP KPR dan KKB yang sudah berlaku sejak 15 Juni 2012 lalu memang ditujukan untuk mencegah terjadinya bubble, sehingga pertumbuhan kredit lebih terkendali dan terarah ke sektor yang lebih prosuktif.
"Apalagi aturan DP itu sudah naik, jadi lebih hati-hati. Terakhir untuk bank syariah disamakan (berlaku aturan DP). Tadi nya sih, orang pikir ambil saja di syariah," jelasnya.