PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tengah mencari utang atau pinjaman valuta asing sebesar USD 450-480 juta dengan mekanisme ditukar dengan obligasi rekap yang dimilikinya.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini menyebutkan, sebelumnya pihaknya telah merealisasikan penukaran obligasi rekapitalisasi sebesar Rp 1,8 triliun dengan memperoleh dana pinjaman valuta asing USD 250 juta. Dana ini dipergunakan untuk penyaluran kredit dalam enam hingga sembilan bulan ke depan.
"Memang, masih kecil namanya juga tahap awal tapi memberikan kesan kepada pasar, kami berhasil melakukannya," ujar Zulkifli di Kantornya, Jakarta, Senin (30/7).
Dia melanjutkan, untuk saat ini sekitar USD 450-480 juta akan diusahakan baik dijual ke pemerintah, pasar, ataupun lainnya. Bisa juga dengan sekuritisasi aset.
Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala Mansyuri menambahkan, obligasi rekap senilai Rp 1,8 triliun ini memiliki tenor 3-4 tahun dan jatuh tempo 2015-2017."Benar, kami ke depannya mencari pinjaman USD 450-480 juta. Tenornya nanti tiga tahun," katanya.
Bank Mandiri optimistis menjual obligasi rekapitalisasi Rp 54,7 triliun pada semester II 2012. Sejauh ini, Bank Mandiri sudah mendapatkan kepastian soal penjualan obligasi rekap, baik dari Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan.
Bank pelat merah ini juga memiliki tiga strategi utama melepas obligasi rekap yang berstatus Available for Sale (AFS) dengan nilai total Rp54 triliun. Pertama, menjual langsung ke pasar. Kedua, menjual ke Bank Indonesia (BI) untuk digunakan sebagai instrumen moneter, sedangkan strategi ketiga adalah mengupayakan pemerintah mem-buyback obligasi rekapitalisasi.