Gedung Bidakara jadi markas OJK

Hari ini, komisioner OJK akan melakukan rapat perdana dan penentuan jabatan.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Gedung Bidakara jadi markas OJK
Komisioner OJK. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Otoritas Jasa Keuangan dipastikan akan menggunakan aset Bank Indonesia, Gedung Bidakara untuk kantor operasional. Namun, sementara ini lembaga pengawas jasa keuangan akan berkantor di Gedung Bank Indonesia. "Untuk sementara OJK berkantor di BI, tapi nanti pindah ke Bidakara," ujar Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) Muliaman D Hadad di Gedung BI, Senin (23/7).

Dia mengatakan Gedung Bidakara yang akan ditempati karyawan dan komisioner OJK, sedang dalam proses pembenahan. Dia enggan memberikan kepastian kapan seluruh karyawan dan komisioner menempati gedung yang ada di jalan Gatot Subroto, Jakarta. "Sekarang lagi dibereskan. Kami sekarang kita fokus struktur dulu," katanya.

Muliaman memastikan pada hari ini, Senin (23/7), komisioner OJK akan memulai rapat pembentukan struktur OJK di Gedung Bank Indonesia untuk memilih bidang-bidang yang akan dipegang masing-masing komisioner. "Akan dirapatkan penempatan-penempatannya sesuai bidangnya," tutupnya.

Sebelumnya, Tim Panitia Seleksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan dalam waktu dekat akan dibentuk sekretariat untuk membantu kerja para dewan komisioner (DK) terpilih. Saat ini pansel tengah mengkaji sumber daya manusia (SDM) terpilih untuk mengisi posisi tersebut.

Anggota Pansel OJK Darmin Nasution mengatakan tujuan dibentuknya sekretariat untuk mempercepat keefektifan proses operasional OJK. "Kan tidak bisa mereka kerja sendiri-sendiri tapi harus dibantu oleh sekretariatnya. Itulah yang sedang kita siapkan," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (2/7).

Rekomendasi