Global Teleshop IPO 10 Juli

Global Teleshop akan melepas 111,112 lembar saham dengan harga Rp 1.000 hingga Rp 1.150.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Global Teleshop IPO 10 Juli
Globalteleshop. merdeka.com/dutamall.co.id

PT Global Teleshop Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 111,112 juta lembar saham dengan nilai per saham Rp 1.000-1.150. Jumlah saham tersebut setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO.

Direktur Utama PT Global Teleshop, Evy Soenarjo, mengatakan 60 persen penerimaan dana akan digunakan sebagai tambahan modal kerja perseroan dan anak perusahaan yang digunakan untuk pembelian persediaan toko.

"Sementara 40 persen akan digunakan untuk pembayaran utang kepada PT Trilinium," ujarnya saat jumpa pers di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (19/6).

Perseroan, lanjutnya, pada tahun ini berencana membangun 60-100 toko baru. Perusahaan juga telah menyiapkan anggaran belanja modal sekitar Rp 40-50 miliar dengan penggunaan dana perseroan.

"Dengan adanya penambahan toko dan segala rencana dapat menumbuhkan kinerja perusahaan diatas 20 persen," tuturnya.

Cerahnya prospek industri telekomunikasi, tambahnya, mendorong catatan peningkatan pendapatan dan laba bersih tiap tahunnya. Pada 2009 perseroan mencatat laba Rp 180 juta, Rp 1,81 miliar pada 2010, dan Rp 77,5 miliar pada 2011.

"2012 ditargetkan laba bersih Rp 120 miliar, 2013 Rp 143 miliar dan 2014 Rp 176 miliar. Hal ini berasal dari penambahan jumlah toko, outlet dan penjualan unit," jelas Direktur Keuangan dan Hubungan Investor Global Teleshop, Januar Chandra.

Sementara aset juga mengalami peningkatan per 31 Desember 2009,2010, dan 2011 masing-masing sebesar Rp 13,1 miliar, Rp 16,4 miliar, dan Rp 893,4 miliar.

IPO perusahaan ritel handphone ini akan ditangani oleh PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin emisi. Presiden Direktur PT Lautandhana Securindo, Wientoro Prasetyo, menambahkan diharapkan perseroan mendapat izin dari Bappepam pada tanggal 28 Juni, penawaran dilakukan pada 2-4 Juli, dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli.

"Investor akan kita dahulukan pada institusi-institusi lokal," ucapnya.

Rekomendasi