Beberapa analis memprediksi bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak positif pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (11/5). Namun, IHSG justru dibuka di bawah ekspektasi.
IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini, kembali mengalami perlambatan. IHSG dibuka dengan melemah tipis 10,88 poin atau 0,26 persen bergeser ke zona merah pada posisi 4122,75. Disusul pergeseran dari indeks LQ45 yang juga 2,78 poin atau 0,40 persen. Begitu juga dengan indeks 30 atau IDX 30 yang melemah 1,17 poin atau 0,33 persen.
Menurut pengamat pasar modal Trimegah Securities, Agus Priyambada, pelemahan yang terjadi pada pembukaan pagi ini lebih terlihat karena gerak IHSG yang masih fluktuatif dan juga datar. Sebagai bentuk respon terhadap sentimen global.
"Sentimen global secara umum masih negatif dari Eropa," katanya.
Pergerakan sektoral pada pagi ini kembali lesu, setelah pada perdagangan kemarin sempat menguat sebagian. Dimana, hanya ada dua sektor yang masih bergerak positif pada perdagangan hari ini yaitu sektor pertanian dan industri barang konsumsi yang menguat masing-masing 0.20 dan 0.24 persen.
Sedangkan saham lainnya melemah seperti sektor pertambangan yang melemah 0,50 persen, sektor industri dasar yang melemah 0,35 persen, properti melemah 0,17 persen, dan infrastruktur melemah 1 persen.
Saham-saham mover indeks pada pagi hari ini juga banyak yang terperosok, seperti saham AALI yang melemah 0,69 persen, saham TLKM melemah 2,43 persen, INTP melemah 1,34 persen, dan UNTR melemah 0,36 persen.
Seperti indeks di dalam negeri, beberapa indeks regional juga mengalami penurunan.Regional masih belum bergerak dan cenderung melemah. Indeks Nikkei 225 melemah 1,82 poin atau 0,02 persen, Straits Times melemah 17,51 poin atau 0,61 persen.Sementara Hang Seng belum menunjukkan pergerakan. Meskipun Indeks Dow Jones menguat 19,98 poin atau 0,16 persen.
Lambatnya laju IHSG juga diikuti oleh lemahnya nilai tukar Rupiah. Pada pagi ini Rupiah dibuka pada posisi Rp 9247 per USD.