IHSG bergerak tak tentu arah

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Pengaruh positif dari dalam negeri diperkirakan masih belum ada yang bisa mengimbangi sentimen negatif eksternal.

Salim Faozan Kartasentika
IHSG bergerak tak tentu arah
Ilustrasi Saham Index. merdeka.com/shutterstock.com

Pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan cenderung tak tentu arah. Pengamat pasar modal Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, faktor Eropa masih sangat kuat mempengaruhi kondisi pasar bursa saham Eropa yang kemudian berimbas pada bursa dalam negeri.

"Contohnya kalau partai-partai oposisi Yunani tetap bersikeras untuk menolak program bailout yang sebelumnya sudah disetujui, makan akan terus menjadi sentimen negatif, kecuali kalau mereka punya program yang jelas dan nyata di mana Yunani bisa bertahan dan tumbuh tanpa bailout, maka market bisa menyambut positif," jelas Reza, Kamis (10/5).

Sementara untuk pengaruh positif dari dalam negeri, diperkirakan masih belum ada yang bisa mengimbangi sentimen negatif eksternal. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI rate yang akan dirilis hari ini, diperkirakan tidak akan memberikan dampak besar. Sebab, pelaku pasar banyak yang memprediksi BI rate kemungkinan akan bertahan di 5,75 persen.

Dengan demikian, pergerakan IHSG pada pagi hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang support 4109 sapai 4118 dan rentang resisten pada 4136 sampai 4148. "IHSG akan bergerak sideways dan cenderung melemah," katanya.

Beberapa saham-saham yang pergerakannya sudah menyentuh titik jenuh jual, justru diperkirakan akan berbalik arah menuju penguatan. Seperti saham London Sumatra Indonesia (LSIP), Ciputra Development (CTRA), Jasa Marga (JSMR), dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA).

Rekomendasi