Sosok Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo memang belum lama bergabung dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Sebagai pejabat publik di sektor strategis, Widjajono tentunya dituntut untuk membiasakan diri bertemu dengan wartawan yang kerap memburunya sebagai narasumber.
Widjajono jarang sekali terlihat absen saat rapat koordinasi di Kantor Kementerian bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Selama menjabat sebagai wakil menteri, pria kelahiran Magelang 61 tahun lalu ini selalu diburu para pewarta untuk mendapatkan informasi mengenai kebijakan energi dari pemerintah. Guru besar Institut Teknologi Bandung(ITB) ini pun tidak pernah menghindar dari kejaran wartawan.
Meskipun sudah menjadi pejabat negara, Widjajono masih terlihat sederhana. Hal itu terlihat dari penampilannya yang biasa saja. Sepatu yang dikenakan oleh orang nomor dua di kementerian ESDM ini pun tidak terlihat mengkilap dan mahal. Sebagai seorang pejabat, Widjajono memilih menggunakan telepon genggam jadul ketimbang telepon genggam model terbaru yang serba canggih.
Kedekatan antara wartawan dengan figur Widjajono sebagai narasumber, bisa dikatakan tidak terlalu kaku. Meski demikian, Widjajono tetap kritis terhadap pertanyaan wartawan. "Kamu sudah baca buku saya belum?Kalau sudah baca buku saya, baru kamu bisa tanya ke saya," ucap Widjajono saat diwawancara oleh wartawan di Gedung Kementerian Keuangan, Jumat (18/11/2011).
Saat itu, tanpa basa-basi, sang profesor membuka bagasi mobil dinasnya. Dia pun mengeluarkan beberapa eksemplar buku yang ditulisnya mengenai ketahanan energi nasional, dan secara cuma-cuma memberikannya kepada wartawan. "Jangan lupa sama saya ya," ucapnya kala itu. Tentu saja kejadian tersebut tidak lepas dari ingatan beberapa wartawan.
Pertemuan dan wawancara dengan Widjajono bukanlah hal langka. Hampir setiap minggu, selalu ada pemberitaan yang berisi pernyataan Widjajono mengenai sektor energi. Wajar saja mengingat kebijakan mengenai pembatasan BBM, kenaikan harga BBM, menjadi topik hangat di masyarakat.
Di kalangan wartawan, Widjajono juga dikenal sebagai figur pejabat yang bersahaja dan sangat ramah. Dia pun tidak membuat jarak antara narasumber dan wartawan, meskipun tidak jarang wartawan membuat berita yang mengkritik kebijakan pemerintah.
Pada pertengahan Maret 2012, usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, seperti biasanya wartawan mewawancara Widjajono. Setelah wawancara, Widjajono yang selalu membawa kamera poket, meluangkan waktunya untuk foto bersama wartawan. "Waktu itu Pak Wid mengajak kita mendaki Gunung Tambora," kenang salah seorang wartawan media cetak.
Foto yang diambil dari kamera Widjajono pun dikirim kepada wartawan dan kini menjadi kenangan sekaligus cerita keramahan sang guru besar energi.