Salah satu perusahaan suplier alat telekomunikasi, Trikomsel Oke membutuhkan dana segar untuk menopang kinerja perseroan tahun ini, sebesar Rp 910 miliar sampai Rp 1,02 triliun (kurs Rp 9.100 per USD).
Presiden Direktur Trikomsel Oke, Sugiono Wiyono Sugialam, mengatakan bahwa pinjaman tersebut nantinya digunakan untuk menggenapkan dana anggaran belanja modal tahun ini yaitu sekitar USD 125 juta-140 juta.
Di mana dari total anggaran belanja modal tersebut, perusahaan hanya mampu memenuhi sebesar 20 persen dari kas internal atau sekitar USD 25 sampai 28 juta.
"Delapan puluh persen dari right issue, penerbitan obligasi,dan pinjaman perbankan," kata Sugiono, di Hotel Ritz Carlton, Jumat (20/4).
Anggaran tersebut, kata Sugiono, sudah termasuk anggaran yang akan dialokasikan untuk rencana pengembangan anorganik perseroan. Rencananya, pihaknya akan mengakuisisi perusahaan sejenis Oke Shop yaitu Global Teleshop.
"Capex kita untuk tahun ini USD 40 juta itu tanpa akuisisi. Untuk akuisisi sendiri kami budgeting USD 100 juta," katanya.
Seperti dikatakannya, Trikomsel berencana untuk mengakuisisi Global Teleshop, dengan persentase kepemilikan lebih dari 51 persen saham Global Teleshop.
"Karena kalau kurang dari 50 persen itu kurang strategic. Karena ini aset yang bagus dan cocok sekali dengan Trikomsel, " kata Sugiono.
Dan ia mengatakan, sampai saat ini proses akuisisi tinggal menunggu keputusan akhir saja. Dan ditargetkan bisa tercapai pada semester kedua tahun ini.
"Tahap awal sudah selesai, tinggal finalisasi saja," pungkasnya.
Kinerja perseroan tahun ini, Trikomsel Oke menargetkan peningkatan laba bersih sebesar 25 persen atau Rp 385 miliar dari tahun 2011. Sedangkan pendapatan dipatok naik menjadi Rp 8,1 triliun atau 14,08 dari tahun sebelumnya.