PT Bakrie Telecom (BTEL) berencana untuk menambah penerbitan saham (right issue) sebesar Rp 754 miliar atau 10 persen dari saham yang ada. Penerbitan saham tersebut dilakukan tanpa disertai hak pemesanan efek terlebih dahulu (non-preemtive right issue).
"Hasil RUPSLB memutuskan bahwa harga minimal Rp 265 per saham," ungkap Direktur Utama BTEL Anindya Bakrie, saat konferensi pers di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (19/4).
Anindya mengatakan bahwa dana penghasilan dari penerbitan right issue ini akan digunakan untuk membayar obligasi jatuh tempo sebelum September sebesar 25 persen. Kemudian 25 persen digunakan untuk akuisisi 35 persen saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia senilai Rp 198 miliar.
Sampoerna Telekomunikasi Indonesia adalah anak usaha Sampoerna Strategic Group yang mengeluarkan produk "Ceria", operator telekomunikasi CDMA yang sama dengan produk BTEL atau Esia.
"Sisanya yang 50 persen untuk working capital dan belanja modal," tambah Anindya.
Selain menyetujui penerbitan right issue, RUPSLB tersebut juga menyetujui perombakan Board of Director (BOD) dan Board of Commisioner (BOC). Wakil Direktur Utama di pegang oleh Amit Bose, dan pengangkatan Imanuddin Putra Sebagai Direktur SDM.