PTBA Revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto Senilai Rp22 Miliar, Dukung Wisata Heritage

PT Bukit Asam (PTBA) Ombilin mengalokasikan dana Rp22 miliar untuk revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin Sawahlunto. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi gedung sebagai ikon heritage dan pendorong pariwisata berbasis warisan budaya di kot

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PTBA Revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto Senilai Rp22 Miliar, Dukung Wisata Heritage
PT Bukit Asam (PTBA) Ombilin mengalokasikan dana Rp22 miliar untuk revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin Sawahlunto. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi gedung sebagai ikon heritage dan pendorong pariwisata berbasis warisan budaya di kot (AntaraNews)

PT Bukit Asam (PTBA) Ombilin memulai revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Ombilin Sawahlunto, Sumatera Barat. Proyek ini bernilai Rp22 miliar dan bertujuan mengembalikan fungsi gedung sebagai aset heritage. Revitalisasi ini diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata berbasis warisan budaya di kota tersebut.

Revitalisasi ini dilakukan setelah GPK Ombilin sempat terbakar pada November 2022 lalu. General Manager PTBA Ombilin, Yulfaizon, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Tujuannya adalah mengembalikan fungsi gedung sebagai ruang publik dan mendukung pariwisata.

Pekerjaan revitalisasi Gedung Pusat Kebudayaan Ombilin ini melibatkan kontraktor pelaksana PT Guna Cipta Kreasi. Waktu pelaksanaan proyek ini diperkirakan selama 180 hari. Proses pengerjaan telah melalui berbagai tahapan pemeriksaan dan penilaian cagar budaya.

Revitalisasi GPK Ombilin Sawahlunto oleh PTBA merupakan langkah strategis untuk memulihkan aset heritage yang vital. Gedung ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat kebakaran pada November 2022. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan gedung sebagai pusat kegiatan budaya.

General Manager PTBA Ombilin, Yulfaizon, menjelaskan bahwa proses revitalisasi telah melalui serangkaian tahapan ketat. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan kepolisian, penilaian cagar budaya (heritage assessment), serta berbagai proses teknis lainnya. Hal ini bertujuan memastikan pelaksanaan proyek sesuai regulasi pelestarian cagar budaya yang berlaku.

Proyek dengan nilai Rp22 miliar ini dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Guna Cipta Kreasi. Pelaksanaan revitalisasi ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari. PTBA berkomitmen untuk memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga, terutama dalam mempertahankan nilai historis bangunan.

Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menegaskan pentingnya GPK sebagai ikon kawasan heritage kota tua Sawahlunto. Menurutnya, gedung ini memiliki fungsi strategis yang multifungsi. GPK dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seni budaya, aktivitas komunitas, serta ruang pertemuan masyarakat.

Jeffry Hibatullah berharap revitalisasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi publik luas. Ia menyatakan, "Revitalisasi ini perlu memberi manfaat nyata bagi publik, termasuk sebagai ruang yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi kreatif."

Wawako Jeffry juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pengerjaan revitalisasi. Ia meminta pelaksana proyek untuk berhati-hati dalam mempertahankan nilai cagar budaya bangunan. Hal ini krusial agar identitas dan sejarah GPK tetap lestari.

Revitalisasi ini diharapkan mampu memperkuat fasilitas pendukung kegiatan masyarakat. Selain itu, proyek ini juga bertujuan meningkatkan daya tarik wisata heritage Sawahlunto secara keseluruhan. Keberadaan GPK yang aktif akan menjadi magnet bagi wisatawan.

PTBA Ombilin menyatakan bahwa revitalisasi GPK menjadi bagian integral dari komitmen perusahaan. Komitmen ini berfokus pada pemberdayaan aset di Sawahlunto. Tujuannya adalah agar aset tersebut tetap produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Inisiatif ini menunjukkan peran aktif PTBA dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Dengan mengembalikan fungsi GPK, PTBA tidak hanya membangun kembali fisik bangunan. Namun, juga turut menghidupkan kembali semangat kebudayaan dan ekonomi lokal.

Dukungan terhadap sektor pariwisata berbasis heritage ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah. Kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah diharapkan menciptakan sinergi positif. Sinergi ini akan mempercepat pemulihan dan pengembangan Sawahlunto sebagai destinasi wisata unggulan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi