Presiden Jokowi: Kesejahteraan petani tak bakal meningkat kalau masih jual gabah

Presiden Joko Widodo mengatakan untuk mencapai kesejahteraan, maka rakyat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus terorganisir. Termasuk petani Indonesia tidak bisa lagi membentuk gabungan kelompok tani (gapoktan), melainkan harus menjadi kelompok besar. Salah satunya melalui pembentukan PT Mitra BumDes Bersama.

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Presiden Jokowi: Kesejahteraan petani tak bakal meningkat kalau masih jual gabah
jokowi di sawah. ©twitter.com/setkabgoid

Presiden Joko Widodo mengatakan untuk mencapai kesejahteraan, maka rakyat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus terorganisir. Termasuk petani Indonesia tidak bisa lagi membentuk gabungan kelompok tani (gapoktan), melainkan harus menjadi kelompok besar.

Salah satunya melalui pembentukan PT Mitra BumDes Bersama (MBB) di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Dengan adanya badan usaha ini, diharapkan keuntungan petani akan lebih besar. Sebab, menurutnya, keuntungan terbesar dari pertanian itu didapat bukan dari pra tanam atau saat menanam, tetapi yang paling banyak adalah di pasca panen.

"Bagaimana rendemen saat masuk ke rice milling unit ke penggilingan banyak yang rusak atau tidak di situ. Yang kedua saat kita menjual beras itu sendiri itu untungnya yang paling besar ada di situ. Jadi kalau petani itu berjualan masih berjualan gabah, sampai kapan pun percaya saya sampai kapanpun tidak akan ada peningkatan kesejahteraan petani," kata Presiden Jokowi, Kamis (7/6).

Melalui PT MBB ini, maka petani bisa menjual berasnya dalam bentuk kemasan. Selain itu, petani bisa memisahkan kualitas beras, sehingga beras yang dijual bisa menjadi kualitas medium hingga premium.

"Kemudian jualnya juga tidak lewat tengkulak, tangan satu, tangan dua, tangan tiga, tangan empat tangan lima, rantai yang harus dilalui petani. Sehingga petani bisa berjualan beras, baru di situlah nanti petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak," imbuhnya.

"PT MBB di Indramayu ini adalah sebuah contoh pertama yang akan saya Ikuti, saya akan lihat selama 6 bulan nanti ke depan. Kalau berjalan dengan baik kita akan lakukan di seluruh tanah air ini," tutup Presiden Jokowi.

Rekomendasi