Presiden Jokowi: Jangan takut, risiko selalu ada tapi itu lah peluangnya

Jumat, 29 Desember 2017 19:09 Reporter : Anggun P. Situmorang
Presiden Jokowi: Jangan takut, risiko selalu ada tapi itu lah peluangnya Penutupan bursa saham 2017. ©2017 merdeka.com/anggun situmorang

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah berhasil mencetak rekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada level 6.355,65 poin. Menurutnya, pencapaian ini jauh dari prediksi semua pihak, sehingga dia mengajak masyarakat untuk tetap optimis menyambut perekonomian di tahun depan.

"Coba kita bayangkan di awal tahun karena kita takut risiko, saham properti kita jual hanya pegang cash, berapa keuntungan yang hilang. Kalau kita jual semua saham kita awal tahun, megang cash itu keuntungan yang gagal kita dapat, hilang deh. Jangan keseringan baca di medsos analisa yang kadang tidak ngerti sumbernya dari mana. Jangan takut, resiko selalu ada tapi itulah peluangnya," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/12).

Dia menambahkan, sebelumnya para analis memberikan sejumlah kekhawatiran, tak hanya mengenai kinerja bursa efek, namun juga faktor eksternal akan membawa dampak negatif terhadap Rupiah. Salah satunya kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS).

"Awal tahun analis wanti-wanti kenaikan suku bunga AS. Banyak pengamat bilang kalau suku bunga AS naik mata uang akan rontok. Semua kuatir dengan stimulus fiskal besar besaran oleh Presiden Trump. Banyak orang bilang modal pulang kampung kembali ke AS,"

Presiden Jokowi juga membeberkan kekhawatiran lain para analisis, yaitu sentimen proteksionisme dan perang dagang yang akan dilakukan oleh negara negara maju. Pemilu di negara Eropa dan pengaruh tokoh garis keras pemimpin di Belanda, Perancis dan Jerman juga sempat diisukan akan memengaruhi ekonomi.

"Analis di awal tahun juga wanti-wanti sentimen proteksionisme dan perang dagang. Apalagi ada pemilu di negara Eropa dan tokoh tokoh garis keras jadi pemimpin di Belanda Prancis Jerman. Apa yang terjadi akhirnya USD melemah sepanjang tahun bahkan sudah kembali di bawah titik saat kemenangan Trump," jelasnya.

Meski demikian, Presiden Jokowi tetap optimis. Hal ini ditandai dengan arus modal ke Indonesia juga beberapa waktu belakangan mencapai rekor. Ekspor di Asia juga turut melonjak, Tahun 2017 itu laju perdagangan dunia di atas laju perekonomian dunia selama 7 tahun.

"Ekspor Indonesia tahun ini naik dobel digit sekitar 15 sampai 17 persen, investasi internasional tahun ini juga dobel digit 13 sampai 14 persen ini angka yang baik," jelasnya.

Selain itu, peringkat layak investasi Indonesia yang terus meningkat merupakan bukti lain Indonesia semakin dipercaya oleh negara asing. Beberapa di antaranya adalah Sovereign Debt Rating Indonesia memperoleh upgrade, S&P mengembalikan Indonesia ke layak investasi, kemudian yang terakhir Fitch memberi peringkat dari BBB- ke BBB.

"Saya kira hal optimis ini harus terus disampaikan agar ada keseimbangan yang kita inginkan, rasa optimisme sehingga menanamkan modal jadi semangat kita," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini