Prabowo: Indonesia Kekurangan 70.000 Dokter Spesialis, Kita Rebutan dengan Amerika dan Eropa
Sementara itu, Indonesia hanya mampu menghasilkan 12.000 dokter umum dan 2.700 dokter spesialis setiap tahunnya.
Presiden Prabowo Subianto menyebu bahwa Indonesia sangat kekurangan dokter spesialis dan tenaga paramedis. Dia menuturkan kondisi ini terjadi di seluruh dunia, sehingga Indonesia harus berebut dokter spesialis dan tenaga medis dengan negara-negara lain.
"Kita masih menghadapi kendala bangsa kita sangat besar kekurangan dokter, kekurangan spesialis, kekurangan tenaga paramedis terjadi di seluruh dunia. Kita rebutan, Eropa, Amerika kekurangan dokter, kekurangan tenaga medis," jelas Prabowo saat meresmikan Institute Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Dokter Mahar Mardjono di Cawang, Jakarta Timur, Selasa (26/8).
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia kekurangan 70.000 dokter spesialis. Sementara itu, Indonesia hanya mampu menghasilkan 12.000 dokter umum dan 2.700 dokter spesialis setiap tahunnya.
"Saya menginginkan karena saya dapat laporan kita kekurangan 70.000 dokter spesialis, 70.000. Kita harus segera mengejar itu, hari ini saya dapat laporan kita menghasilkan 12.000 1 tahun dokter umum, dokter spesialis 2.700," katanya.
Butuh 35 Tahun untuk Mencukupi
Prabowo menuturkan apabila hal ini terjadi, maka Indonesia harus menunggu 35 tahun untuk dapat memiliki 70.000 dokter spesialis. Oleh sebab itu, dia meminta adanya langkah-langkah strategis untuk mempercepat terciptanya 70.000 dokter spesialis.
"Kalau kita mengharapkan mengisi 70.000 dokter spesialis kita harus nunggu 35 tahun, 35 tahun baru terisi 70.000 yang sekarang udah nggak ada. Jadi kita harus berupaya, kita harus berupaya dengan langkah-langkah yang tidak bisa langkah normatif," tutur Prabowo.
Prabowo menjelaskan pemerintah alan membuka 148 program studi di 57 Fakultas Kedokteran. Sebanyak 125 program studi untuk dokter spesialis, dan sisanya 23 program studi sub spesialis.
Butuh Kerja Keras
"Mengejar pembangunan Indonesia, mengejar kesejahteraan Indonesia tidak bisa bisnis as usual, tidak bisa. We have to work harder we have to do our best saudara-saudara," pungkas Prabowo.
Di sisi lain, dia juga akan menambah jumlah Fakultas Kedokteran, jumlah mahasiswa, dan jumlah lulusan kedokteran. Prabowo menargetkan mendirikan 30 Fakultas Kedokteran baru untuk memperbanyak dokter spesialis di Indonesia.
"InsyaAllah untuk mengejar tadi 70.000 spesialis dan dokter umum kekurangannya adalah 140.000. Kalau tidak ya kita tunggu 35 tahun," ucap Prabowo.