Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) secara resmi mencanangkan Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebagai sentra utama produksi jagung di provinsi tersebut. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi lahan tanam yang mencapai 3.700 hektare untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pencanangan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, pada Sabtu (08/3).
Langkah strategis ini dimulai dengan menanam 10 hektare untuk kuartal I tahun 2026, seperti yang disampaikan Kapolda Yudha. Inisiatif ini merupakan upaya kolaboratif antara Polda Kalsel, pemerintah daerah, dan berbagai pihak swasta. Tujuannya adalah untuk mengatasi defisit pasokan jagung, khususnya untuk pakan ternak, serta meningkatkan kesejahteraan para petani melalui kepastian harga dan dukungan pascapanen.
Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan dan stabilitas ekonomi petani. Dengan dukungan penuh dari berbagai instansi, potensi jagung Tanah Laut diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Selatan dan Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Potensi pengembangan lahan tanam jagung di Kabupaten Tanah Laut semakin terbuka lebar berkat dukungan dari berbagai pihak terkait. Di Tanah Laut sendiri, PT Inhutani telah menyediakan lahan pinjam pakai seluas 700 hektare yang dipercayakan kepada Polda Kalsel untuk program penanaman jagung. Kapolda Yudha menyebut secara total se-Kalsel, lahan yang tersedia mencapai 10 ribu hektare dengan yang sudah tertanam jagung sekitar 1.000 hektare.
Untuk kuartal I tahun 2026, lahan siap tanam di Kalsel mencapai 2.813 hektare, menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan produksi. Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah untuk keberhasilan program ini. Target rata-rata produksi yang ditetapkan cukup ambisius, yakni 7 hingga 8 ton per hektare termasuk menjaga harga jual tetap stabil, terutama dengan penyerapan oleh Perum Bulog.
Keberhasilan budidaya jagung di lahan basah oleh Polda Kalsel bahkan menjadikan mereka sebagai percontohan nasional. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadikan Polda Kalsel sebagai percontohan keberhasilan budidaya jagung di lahan basah yang sukses mewujudkan lahan sub optimal menjadi lebih produktif. Berdasarkan data terbaru pada Februari 2026 untuk produksi jagung di Kalsel mencapai 8.000 ton.
Advertisement
Advertisement
Kebutuhan jagung, khususnya untuk pakan ternak di Kalimantan Selatan, sangat tinggi, sekitar 300 ribu ton per tahun. Kebutuhan ini didominasi oleh industri pakan ternak, di antaranya PT Japfa sekitar 15 ribu ton per bulan, PT Cheil Jedang 5.000 ton per bulan, dan peternak mandiri 4.000 ton per bulan. Namun, kemampuan produksi jagung di Kalsel saat ini baru sekitar 4.000 ton per bulan atau 48 ribu ton per tahun, menciptakan defisit yang signifikan.
Melihat kondisi ini, Kapolda Yudha memastikan pasar jagung sangat terbuka bagi petani dan memastikan terus mendorong agar harga jual terjaga. Untuk pipil basah saat ini dihargai Rp4 ribu per kilogram.
Bahkan jika kadar air hanya 14 persen maka bisa tembus di harga Rp6.400 per kilogram. Harga yang lebih berpihak ke petani tersebut ditopang oleh peran Puskopol dan fasilitas pascapanen seperti bantuan mesin dryer dan corn combine dari Polda Kalsel dan pemerintah daerah. Program swasembada jagung ini dapat memberikan kesejahteraan bagi petani karena ada kepastian harga dalam hasil panen.
Advertisement
Advertisement
Program tanam jagung yang dilakukan Polda Kalsel untuk mendukung swasembada pangan nasional sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto telah menghasilkan produksi jagung mencapai 6.000 ton. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menjadikan Polda Kalsel sebagai percontohan sukses budidaya jagung di lahan basah.
Dukungan tidak hanya datang dari kepolisian, tetapi juga dari pemerintah daerah dan sektor perbankan. Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, memastikan dukungan penuh pemerintah daerah untuk keberhasilan produksi jagung secara optimal yang diinisiasi Polda Kalsel dan jajaran Polres Tanah Laut.
Dalam rangka memperkuat ekosistem pertanian jagung, Kapolda juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa Bank Himbara untuk membantu akses modal bagi petani baik KUR maupun pembiayaan alat pertanian. Kapolda juga menyerahkan bantuan 1.500 kilogram bibit jagung kepada kelompok tani di Tanah Laut. Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur Kalsel Muhidin turut menyerahkan bantuan 6.000 kilogram bibit jagung kepada kelompok tani di Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kotabaru.
Advertisement
Sumber: AntaraNews