Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang berada di bawah pengelolaan Bank Indonesia, telah merilis data terbaru mengenai Harga Pangan Terkini di seluruh wilayah Indonesia. Data ini memberikan gambaran jelas mengenai fluktuasi harga komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian utama masyarakat. Informasi ini sangat penting untuk memantau stabilitas ekonomi rumah tangga.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 08.48 WIB, PIHPS mencatat beberapa komoditas mengalami pergerakan harga yang signifikan di tingkat pedagang eceran nasional. Pembaruan data ini bertujuan untuk memberikan transparansi dan akses informasi yang akurat kepada publik. Hal ini memungkinkan konsumen dan pelaku usaha untuk membuat keputusan yang lebih tepat.
Laporan PIHPS menunjukkan bahwa cabai rawit merah dan telur ayam ras menjadi sorotan utama karena harganya yang cukup tinggi. Data ini menjadi acuan penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dinamika pasar pangan. Pemantauan harga secara berkala sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dalam laporan Harga Pangan Terkini, PIHPS Nasional menyoroti kenaikan harga pada beberapa komoditas utama yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Cabai rawit merah tercatat mencapai harga Rp73.950 per kilogram, sebuah angka yang cukup tinggi di akhir tahun ini. Kenaikan ini tentu berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga dan stabilitas harga pangan.
Selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu Rp33.450 per kilogram. Kedua komoditas ini merupakan bahan pokok penting yang kerap mengalami fluktuasi harga di pasar. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak terkait dalam upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan.
PIHPS juga merinci harga jenis cabai lainnya. Cabai merah besar berada di kisaran Rp51.550 per kilogram, sementara cabai merah keriting sedikit lebih rendah pada Rp50.650 per kilogram. Cabai rawit hijau juga tidak luput dari pantauan, dengan harga Rp58.950 per kilogram. Perbedaan harga antar jenis cabai ini bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari pilihan lebih ekonomis.
Advertisement
Advertisement
Komoditas bawang juga menunjukkan pergerakan harga yang perlu diperhatikan dalam laporan Harga Pangan Terkini ini. Bawang merah tercatat seharga Rp52.350 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp39.800 per kilogram. Kedua jenis bawang ini merupakan bumbu dasar yang sangat dibutuhkan dalam setiap masakan di Indonesia.
Sektor beras, sebagai makanan pokok utama, juga memiliki variasi harga berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual seharga Rp14.300 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.850 per kilogram. Harga beras ini menunjukkan adanya pilihan bagi konsumen dengan daya beli berbeda di berbagai daerah.
Untuk beras kualitas menengah, PIHPS mencatat beras kualitas medium I seharga Rp15.700 per kilogram dan kualitas medium II Rp15.400 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas super I mencapai Rp16.850 per kilogram dan beras kualitas super II Rp16.350 per kilogram. Ketersediaan berbagai kualitas beras ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan beragam masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Data Harga Pangan Terkini dari PIHPS juga mencakup informasi mengenai harga daging dan gula. Daging ayam ras tercatat seharga Rp44.950 per kilogram. Ini merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi masyarakat dan harganya sangat sensitif terhadap permintaan pasar.
Untuk daging sapi, terdapat perbedaan harga berdasarkan kualitasnya. Daging sapi kualitas I dibanderol Rp140.750 per kilogram, sedangkan kualitas II sedikit lebih rendah di harga Rp130.850 per kilogram. Harga daging sapi ini seringkali menjadi indikator daya beli masyarakat dan dipengaruhi oleh pasokan dari peternak.
Komoditas gula juga menunjukkan variasi harga. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.100 per kilogram, sementara gula pasir lokal berada di angka Rp18.250 per kilogram. Informasi harga gula ini penting mengingat perannya sebagai bahan pokok dan bahan baku industri makanan dan minuman.
Advertisement
Advertisement
Minyak goreng, sebagai salah satu kebutuhan pokok rumah tangga, juga menjadi bagian dari laporan Harga Pangan Terkini PIHPS. Minyak goreng curah tercatat seharga Rp19.300 per liter. Harga ini seringkali menjadi patokan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang mengandalkan produk ini.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek memiliki harga yang lebih tinggi. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp23.000 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II seharga Rp21.750 per liter. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh merek, kualitas, dan strategi pemasaran dari produsen.
Data lengkap ini dihimpun oleh Muhammad Harianto dan diedit oleh Kelik Dewanto, memastikan akurasi dan relevansi informasi yang disajikan. Informasi mengenai harga minyak goreng ini sangat relevan mengingat perannya yang vital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews