Petani Kecil Harus Jadi Prioritas Investasi Sektor Swasta untuk Stabilkan Rantai Pasok Pangan Global

Isu ketahanan pangan kini semakin penting di tengah perubahan iklim yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Petani Kecil Harus Jadi Prioritas Investasi Sektor Swasta untuk Stabilkan Rantai Pasok Pangan Global
Pemerintah mengalokasikan 1.028 ton pupuk subsidi untuk petani Kota Madiun di tahun 2025, terdiri dari 631 ton urea dan 397 ton NPK, meskipun jumlah ini lebih rendah dari usulan awal. (Planet Merdeka)

Ketidakstabilan harga pangan global akibat perubahan iklim menuntut industri untuk memperkuat rantai pasok. Namun bagi pengamat isu Food Security Conrad Rein dari Global Flagship Initiative (GFI), kunci ketahanan pangan justru berada pada kelompok yang paling rentan: petani kecil, perempuan, dan anak muda.

Rein menegaskan bahwa seluruh program GFI berfokus pada kelompok-kelompok tersebut.

“Segala yang kami lakukan berfokus pada petani kecil, perempuan, dan anak muda. Mereka adalah ujung tombak sistem pangan,” ujarnya, dalam wawancara untuk merdeka.com di sela-sela konferensi Momentum di Riyadh baru-baru ini.

Teknologi, Pembiayaan, dan Asuransi untuk Petani Kecil

conrad rein
conrad rein momentum

Rein mengakui bahwa kelompok ini sering tertinggal dalam akses ke teknologi, pembiayaan, maupun asuransi pertanian. Untuk itu, GFI bekerja memperluas jangkauan edukasi dan program pemberdayaan, termasuk melalui media sosial.

“Kami meluncurkan platform di Instagram, X, dan TikTok untuk berbagi kisah sukses perempuan dan anak muda di sektor pertanian. Inspirasi itu penting,” katanya.

Rein meyakini bahwa memperkuat kapasitas petani kecil bukan hanya isu sosial, tetapi juga kebutuhan ekonomi global.

Peran Strategis Sektor Swasta: Bukan Soal Donasi

Menurut Rein, industri tidak bisa lagi sekadar mengandalkan pendekatan bantuan atau subsidi.

“Kami tidak meminta sektor swasta untuk memberi uang. Kami ingin membangun business case yang jelas agar mereka mau berinvestasi, terutama pada perempuan dan anak muda,” tuturnya.

GFI telah bekerja dengan perusahaan multinasional seperti PepsiCo, dan berupaya menggandeng sektor swasta nasional di negara-negara berkembang.

“Kami ingin memastikan rantai nilai berkelanjutan dan petani kecil mendapat bagian yang adil, sehingga kemiskinan dapat diberantas dan SDGs tercapai,” jelas Rein.

Rantai Pasok Pangan Butuh Ekosistem yang Tangguh

Dengan meningkatnya volatilitas harga komoditas akibat krisis iklim, kestabilan rantai pasok menjadi isu krusial. Rein menilai investasi sektor swasta pada petani kecil dapat memperkuat ekosistem pangan dan meminimalkan risiko gangguan produksi.

Selain itu, GFI mendorong pendekatan kolaboratif lintas negara untuk memperkuat pembiayaan ketahanan pangan, terutama bagi negara berkembang.

“Ini adalah jendela peluang. Dunia berubah dan kita harus beradaptasi,” ujar Rein.

Rekomendasi