Perjalanan Karir Habibie, Termasuk Buat Pesawat N250 Gatot Kaca

Rabu, 11 September 2019 20:31 Reporter : Merdeka
Perjalanan Karir Habibie, Termasuk Buat Pesawat N250 Gatot Kaca BJ Habibie. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. BJ Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun.

Habibie pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama satu tahun lima bulan. Sebelum menutup usia, sosoknya dikenal sebagai pribadi yang cerdas. Sebab, berbagai macam prestasi dan penghargaan pernah diraih oleh Habibie semasa hidupnya.

1 dari 3 halaman

Latar Belakang Kehidupan

Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di kota Parepare, Sulawesi Selatan. Beliau anak keempat dari delapan bersaudara. Sejak kecil, dirinya memiliki hobi membaca. Akibat kegemarannya, sosoknya mulai dikenal sebagai pribadi yang cerdas.

Saat usia 13 tahun, Habibie kehilangan sang Ayah sehingga mengharuskan dirinya pindah ke Bandung bersama Ibu dan saudaranya. Saat di Bandung, beliau melanjutkan pendidikannya di Gouverments Middlebare School.

Saat SMA, Habibie bersekolah di SMAK Dago. Setelah lulus, beliau melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Mesin pada tahun 1954. Saat kuliah di ITB, Habibie hanya menghabiskan waktu selama enam bulan. Setahun kemudian, dia melanjutkan jenjang pendidikannya di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman.

Mulai dari 1955 sampai 1965, Habibie mengambil jurusan teknik penerbangan di RWTH. Melalui jurusan tersebut, Habibie meraih dua gelar sekaligus, yaitu Diplom Ingenieur pada tahun 1960 dan Doktor Ingenieur pada tahun 1965 dan memperoleh predikat summa cum laude.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Karir

Habibie pernah bekerja di sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, yaitu Messerschmitt-Blkow-Blohm. Pada tahun 1973, beliau kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto.

Pada 1974, Habibie mendapatkan perintah dari Soeharto untuk menjadi CEO dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dan memimpin pengembangan industri di Indonesia.

Tak sampai di situ, usai kembalinya Habibie ke Indonesia, dirinya langsung ditunjuk sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek). Beliau menjabat selama dua dekade, yakni 1978 sampai 1988.

Selama menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Beliau terpilih pada 7 Desember 1990 secara aklamasi.

Pencapaiannya tidak sampai di situ saja. Pada tahun 1995, Habibie berhasil menjadi pemimpin dalam proyek pembuatan pesawat N250 Gatot Kaca. Ini merupakan pesawat yang pertama kali dibuat oleh Indonesia.

Pesawat N250 Gatot Kaca adalah pesawat turbotrop pertama di dunia yang menggunakan “Fly by Wire” yang mempunyai jam terbang 900 jam.

Tahun 1998 menjadi puncak karir Habibie. Di masa itu, beliau diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Sebelum menjabat sebagai Presiden RI, Habibie pernah menjadi Wakil Presiden sejak 14 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998 dalam Kabinet Pembangunan VII yang berada di bawah naungan Presiden Soeharto.

Pada 2015, Habibie menerima penghargaan "Das Grosse Verdenstkreuz Mit Stern und Schulterband" dan "Das Grosse Verdienstkreuz" dari Pemerintah Republik Federal Jerman.

Penghargaan ini diberikan karena jasa-jasanya Habibie kepada pemerintahan Jerman. Sebab, Habibie dianggap menjadi pribadi yang sangat berjasa pada kemajuan Jerman, baik di bidang politik, sosial, dan teknologi.

Sebelumnya, sosok Habibie memiliki karir yang cemerlang di Jerman. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Riset dan Pengembangan Analisis Struktur pada perusahaan Hamburger Flugzeugbau Gmbh, hingga wakil presiden dan direktur teknologi MBB Gmbh.

3 dari 3 halaman

Berikut Beberapa Pencapaian Habibie Ketika Berkarir di Jerman:

1. Asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Kontruksi Ringan Rheinsich Westfaelische Technische Hochshule, Aachen, Jerman Barat (1960-1965)

2. Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisa Struktur, Hamburg, Jerman Barat (1966-1969)

3. Kepala Divisi Metode dan Teknologi Pesawat Komersil/Pesawat Militer Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB) Gmbh, Hamburg, Jerman Barat (1969-1973)

4. Wakil Presiden/Direktur Teknologi Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg, Jerman Barat (1974-1978).

Reporter Magang: Rhandana Kamilia [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini