Pemerintah Provinsi Maluku mengajak masyarakat menjaga kondusivitas untuk mendukung percepatan pembangunan Blok Masela, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang krusial. Ajakan ini disampaikan setelah rapat koordinasi penting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Ambon.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa pengembangan Lapangan Abadi Blok Migas Masela terus dimatangkan melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Proyek ini membutuhkan kolaborasi semua pihak agar dapat berjalan sesuai harapan.
Rapat koordinasi tersebut membahas peluang, hambatan, dan tantangan guna memastikan realisasi proyek Blok Masela sesuai target. Ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Provinsi Maluku secara aktif mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam percepatan proyek Blok Masela. Rapat koordinasi di Kantor Gubernur Maluku menjadi bukti nyata komitmen ini. Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, INPEX Masela Ltd., serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
Gubernur Hendrik Lewerissa menekankan bahwa Blok Masela merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan perhatian serius dari semua tingkatan pemerintahan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Diskusi dalam rapat mencakup berbagai aspek penting, mulai dari potensi pengembangan hingga tantangan yang mungkin dihadapi. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan target percepatan produksi pada tahun 2029.
Advertisement
Advertisement
Blok Masela dikenal sebagai lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia, berlokasi di Laut Arafura, Maluku. Proyek dengan nilai investasi puluhan miliar dolar AS ini dikelola oleh konsorsium Inpex Masela Ltd. (65%), Pertamina Hulu Energi (20%), dan Petronas (15%).
Secara geografis, Blok Masela terletak di lepas pantai Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada kedalaman antara 400 hingga 800 meter. Pengembangannya mengusung konsep fasilitas darat (onshore) dengan kapasitas produksi LNG mencapai 10,5 juta ton per tahun (MTPA).
Aspek inovatif lainnya adalah penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi ini menjadi bagian penting dari upaya proyek untuk mendukung target emisi nol bersih, menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Blok Masela diharapkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Proyek ini berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Selain itu, investasi besar yang masuk akan meningkatkan perekonomian daerah secara signifikan. Keterlibatan kontraktor dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri migas nasional juga akan didorong.
Pemerintah Provinsi Maluku sangat berharap dukungan penuh dari semua pihak, termasuk masyarakat, agar proyek ini berjalan lancar. Realisasi Blok Masela diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews