Pemprov Maluku Gencarkan Kampanye Konsumsi Ikan Beku dan Cabai Kering untuk Stabilitas Pangan

Pemerintah Provinsi Maluku meluncurkan kampanye inovatif untuk mendorong konsumsi ikan beku dan cabai kering, strategi jitu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap terpenuhi asupan gizi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Maluku Gencarkan Kampanye Konsumsi Ikan Beku dan Cabai Kering untuk Stabilitas Pangan
Pemerintah Provinsi Maluku meluncurkan kampanye inovatif untuk mendorong konsumsi ikan beku dan cabai kering, strategi jitu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan masyarakat tetap terpenuhi asupan gizi. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Maluku tengah gencar mengampanyekan konsumsi cabai kering dan ikan beku kepada masyarakat. Langkah ini diambil sebagai strategi penting untuk menstabilkan harga pangan sekaligus menjamin ketersediaan asupan gizi yang berkualitas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Faradilla Attamimi, di Ambon, Jumat (13/2), menjelaskan tujuan kampanye ini. Tujuannya adalah mengubah pandangan masyarakat yang cenderung hanya memilih bahan pangan segar secara visual.

Padahal, menurut Faradilla, dari sisi mutu dan kandungan gizi, cabai kering dan ikan beku memiliki nilai yang sangat baik dan tetap terjaga kualitasnya. Kampanye ini diharapkan dapat memberikan pemahaman baru tentang kualitas pangan.

Faradilla Attamimi menerangkan bahwa ikan beku sebenarnya merupakan ikan segar yang langsung dibekukan segera setelah ditangkap. Proses ini memastikan nilai nutrisinya tetap terjaga dengan optimal. Berbeda dengan ikan segar yang seringkali membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai ke pasar setelah ditangkap di tengah laut, ikan beku mempertahankan kesegarannya lebih lama.

Proses pembekuan cepat yang didukung oleh sistem rantai dingin (cold chain) yang terjaga, sangat efektif dalam mempertahankan kualitas protein. Selain itu, asam lemak omega-3 serta kandungan vitamin pada ikan juga tetap lestari. Hal ini berbanding terbalik dengan ikan yang tidak segera didinginkan, di mana penurunan mutu dapat terjadi akibat paparan suhu lingkungan selama distribusi.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal internasional bidang ilmu pangan pada 2022-2024 mendukung pernyataan ini. Studi tersebut menunjukkan bahwa pembekuan cepat (quick freezing) dapat mempertahankan kandungan protein dan asam lemak esensial ikan hampir setara dengan kondisi segar saat ditangkap, asalkan rantai dingin tidak terputus. Bahkan, kadar omega-3 pada ikan yang dibekukan segera setelah penangkapan relatif stabil hingga beberapa bulan penyimpanan pada suhu minus 18 derajat Celsius.

Selain ikan beku, Pemprov Maluku juga secara aktif mengampanyekan konsumsi cabai kering sebagai solusi alternatif. Ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, terutama saat produksi cabai segar menurun drastis akibat faktor cuaca yang tidak menentu.

Kadis Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa proses pengeringan cabai pada dasarnya hanya mengurangi kadar air yang terkandung di dalamnya. Sementara itu, sebagian besar kandungan nutrisi penting cabai tetap bertahan dan tidak banyak berkurang.

Penelitian di bidang pangan dan gizi mengonfirmasi bahwa cabai kering masih kaya akan vitamin A dan vitamin C. Selain itu, cabai kering juga mengandung senyawa capsaicin yang dikenal memiliki peran penting sebagai antioksidan. Meskipun terjadi sedikit penurunan kadar vitamin C akibat proses pengeringan, kandungan antioksidan dan capsaicinoid relatif stabil, terutama jika metode pengeringan dan penyimpanan dilakukan dengan tepat.

Faradilla Attamimi mengakui bahwa tantangan utama dalam kampanye ini adalah persepsi masyarakat yang masih sangat menyukai bahan pangan segar berdasarkan tampilan visualnya. Persepsi ini seringkali mengabaikan kualitas nutrisi dan keamanan pangan.

Melalui sosialisasi dan edukasi gizi yang masif dan berkelanjutan, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat mulai memahami. Pilihan pangan seharusnya tidak hanya didasarkan pada penampilan semata, tetapi juga pada aspek keamanan, nilai gizi, serta kontribusinya terhadap stabilitas ekonomi daerah.

Kampanye ini juga merupakan bagian integral dari strategi pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas perikanan dan hortikultura. Komoditas-komoditas ini kerap menjadi pemicu utama fluktuasi harga di Maluku, yang merupakan wilayah kepulauan dengan tantangan distribusi unik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi